Proyek Rehab Ruang Kelas di Dua SD Negeri Ini Terkesan Asal Jadi

0
500
Informasi pengerjaan proyek DAK yang ditempelkan di dinding SDN 01 Tunas Jaya.
Dijual Rumah

Tulang Bawang Barat, buktipers.com – Pelaksanaan bantuan rehabilitasi 4 ruang kelas di SD Negeri 01 Bangun Jaya dan SD Negeri 01 Tunas Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat yang sumber dananya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan tahun 2019, diduga ada penyimpangan.

Pihak pelaksana di sekolah, diduga berupaya untuk mengambil keuntungan pribadi dari dana yang diterima. Tentunya dengan melakukan pengurangan volume dan/atau item-item pekerjaan yang sudah ada dalam RAB dan gambar.

Dari pantauan media ini, di lapangan, tampak  banyak item-item pekerjaan yang tidak diterapkan, seperti ketinggian dinding dan ketinggian tiang selasar sekolah tidak sebagaimana bestek, pemasangan rangka baja tidak menggunakan tali angin dan jarak kuda-kuda rangka baja bervariasi ada yang berjarak 120 cm dan ada yang berjarak 130.

Kemudian lantai sekeliling gedung sekolah hanya dilakukan penyemenan biasa (tidak dirabat beton sebagaimana petunjuk Permendikbud No 1 tahun 2019) dan kedalaman sanitasi juga tidak mengikuti petunjuk gambar yang ada.

Kepada awak media, Ridwan, Ketua P2S yang notabennya sebagai suami Kepala Sekolah SD Negeri 1 Tunas Jaya mengatakan, “kalau kami P2S sudah menerapkan, apa yang diperintahkan oleh dinas dan fasilitator lapangan. Jadi menurut kami, semua pekerjaan sudah kami kerjakan dengan benar,”ujar Ridwan.

“Kami selaku pelaksana di lapangan mengerjakan rehab bangunan sesuai arahan dinas dan fasilitator lapangan saja. Saya dan panitia tidak diberi gambar atau RAB,”ujar Rahmat, S.Pdi, Kepsek SD Negeri 1 Bangun Jaya.

Proyek rehabilitasi 4 ruang kelas di SD Negeri 01 Tunas Jaya.

Masih kata Rahmad, “Kami bekerja berdasarkan petunjuk fasilitator lapangan, Pak,  jadi apa yang dikerjakan sudah sesuai dengan arahan, “ujarnya sembari menelpon fasilitator lapangan. “Nih Pak, FL nya mau ngomong,”ujarnya sambil menyodorkan HP ke awak media dan LSM.

Malui HP, Yudi selaku TFL (Tim Fasilitator Lapangan), membenarkan kalau Kepala Sekolah ataupun panitia P2S, tidak perlu pegang gambar  bangunan, karena itu adalah rahasia Negara.

Lanjut Yudi, “kalau kalian wartawan melakukan pemantauan harus terlebih dahulu izin Dinas Pendidikan Tuba Barat ,”tegasnya dengan nada bicara yang menyakinkan.

Ditempat terpisah, Handri selaku Ketua LSM JAK Koordinator Tulang Bawang Barat mengatakan,” yang namanya proyek yang menggunakan anggaran pemerintah, apalagi Dana Alokasi Khusus (DAK), seperti dibidang pendidikan harus terbuka dan transparan kepada publik, tidak ada yang namanya bahasa rahasia negara, kalau memang pekerjaan bangunan tersebut, sudah sesuai dengan gambar dan RAB. Kenapa harus dirahasiakan ? Wajar saja kalau publik jadi berpikiran miring kepada FL dan dinas terkait, ujarnya.

Handri manambahkan, “kami dari LSM JAK Korda Tuba Barat akan ikut memantau proyek pembangunan, baik RKB atau rehabilitasi gedung sekolah SD ataupun SMP yang berasal dari DAK.

Jika ada indikasi merugikan Negara, maka kami akan melaporkan kepada penegak hukum untuk memberikan efek jera kepada oknum-oknum yang suka memperkaya diri dari uang Negara, pungkasnya.

(jun/tim)