Beranda Hukum PT AN Dua Kali Mangkir, Tanggal 23 Januari Pemanggilan Terakhir

PT AN Dua Kali Mangkir, Tanggal 23 Januari Pemanggilan Terakhir

62
0
Foto Arimo Manurung SH, Kuasa Hukum Toni Walker.
Loading...

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Sidang gugatan Toni Walker Cs terhadap PT Aquafarm Nusantara (PT AN), pemilik ratusan Kerambah Jala Apung (KJA) di wilayah permukaan air Danau Toba, proyek  Sibalanja, Desa Sirungkungon, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa,  Sumatera Utara, sudah berlarut-larut dan sampai kini belum tertuntaskan. Pasalnya, sudah dua kali Kuasa Hukum PT AN tidak hadir dalam persidangan.

Untuk itu, PT AN akan dipanggil lagi dalam sidang berikutnya, sekaligus pemanggilan terakhir, pada tanggal 23 Januari 2019 mendatang.

Hal ini terungkap, usai sidang di PN Balige Tobasa, Rabu (9/1/2019), lalu dan dibenarkan kuasa hukum penggugat, Tony Walker Manurung, yakni, Arimo Manurung SH, setelah dikonfirmasi kembali, Kamis (10/1/2019).

Baca Juga!  Setubuhi Anak Kandung, Ayah Bejad Diselkan

Arimo Manurung,  menyampaikan,  walau tahun 2018 sudah berlalu, namun ketidak adilan yang dicarinya melalui kuasa hukumnya, Arimo Manurung, belum menemukan titik terang, baik dari pihak Polres Tobasa atas laporan pernyataan, bahwa tidak benar yang dibuat oleh Gunawan Cs, dalam perjanjian yang digunakan PT. AN untuk menguasai lahan yang sudah tidak diberikan oleh pemilik lahan lagi.

Melalui kuasa hukumnya, Tony W Manurung, untuk kejelasan laporan yang dibuat di Polres Toba Samosir, Arimo SH sebagai kuasa hukum, mengajukan praperadilan dan berharap permohonan praperadilan dikabulkan.

Dan Kapolres memerintahkan untuk melanjutkan kasus tersebut dan segera menahan Gunawan Cs, termasuk Direktur PT AN yang menggunakan perjanjian yang isinya tidak benar untuk menguasai lahan  areal Sibalanja, Desa Sirungkungon, ujar Arimo.

Baca Juga!  Polsek Ratahan Gagalkan Penyelundupan Ribuan Liter Miras Cap Tikus

Maka pada upaya lain gugatan perdata, Tony W Manurung juga mengajukan gugatan wanprestasi kepada PT  AN, dengat turut tergugat, Kepala Desa Sirungkungon karena PT AN tidak mengembalikan lahan yang sudah habis masa kontrak sesuai perjanjian No. 06 antara Tony W dan PT AN.

Termasuk akibat perjanjian yang dibuat oleh Gunawan Cs  dengan PT AN, dimana muatan isi perjanjian itu  tidak benar dijadikan dasar penguasaan lahan, sehingga Tony W Manurung mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) kepada Gunawan Cs dan turut tergugat,  PT Aquafarm.

Dimana dalam upaya hukum yang dilakukan Tony W Manurung melalui kuasa hukumnya, Arimo, berharap ada keadilan atas hak Tony  yang disidangkan pada 9 Januari 2019, lalu, di PN Balige, namun  pihak PT Aquafarm lagi-lagi tidak hadir kala itu.

Baca Juga!  Selain Foto Seksi, Brigpol Dewi Juga Terlibat Kasus Perselingkuhan

Dan itulah kami berharap, supaya PT Aquafarm segera meninggalkan Desa Sirungkungon dan pihak yang membuat pernyataan tidak benar dapat diproses hukum dan sebagai preseden buruk untuk proyek-proyek  PT AN di Danau Toba, terlebih di Danau Toba Sirungkungon, Toba Samosir, ujar Arimo. (Stg)

Loading...