Puluhan Emak – emak Kumpul dan Duduk di Beranda Depan Kantor Camat, Ternyata Ini Tuntutannya

0
417
Puluhan emak-emak pendukung salah satu calon Kades Pematang Cermai, kumpul di depan pelataran kantor Camat Tanjung Beringin.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Puluhan Emak-emak, berkumpul dan sebagiannya gelar tikar, duduk di pelataran depan,  kantor Camat Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Jumat (1/11/2019) sore.

Menurut beberapa orang Emak-emak ini, mereka berasal dari Desa Pematang Cermai, Kecamatan Tanjung Beringin.

Anehnya, puluhan Emak-emak ini sama sekali tidak melontarkan beberapa perkataan ataupun berorasi.

Diselidiki, rupanya puluhan Emak-emak asal Desa Pematang Cerma, yang menolak kemenangan salah satu calon Kades yang digelar, pada tanggal 30 Oktober 2019, lalu, di Desa Pematang Cermai.

“Kami datang ke kantor Camat Tanjung Beringin guna memprotes atas kemenangan salah satu Kades yang menang dalam Pilkades kemarin, “kata mereka.

Mereka menduga ada kecurangan dalam Pilkades kemarin.

Karena keinginan kami belum ada kejelasan dari Panitia Pelaksana Kepala Desa (P2KD) Desa Pematang Cermai, hingga hari ini, terpaksa kami minta penjelasan dari Pak Camat, kata Ibu – ibu tersebut.

Terpisah, Soly, calon Kades nomor urut 03 yang memprotes atas kekalahannya mengatakan, “saya protes atas kekalahan saya yang tidak wajar, “katanya.

Emak- emak, warga Desa Pematang Cermai, saat santai duduk, di teras depan masuk kantor Camat Tanjung Beringin.

Lantaran di saat Pilkades kemarin, terindikasi banyaknya pemilih, bukan orang dari Desa Pematang Cermai, karena kami tidak mengenal mereka atau disebut pemilih siluman, tambah Soly.

Jadi dari itu, kami minta kepastian daftar pemilih tetap (DPT) yang asli dari P2KD Desa Pematang Cermai, namun hingga saat ini, mereka (P2KD-red) tidak bisa menjelaskannya.

Oleh karena itu, kami mengarah ke kantor Camat Tanjung Beringin, guna mengetahui penjelasan yang lebih detail dan agar kotak suara salahsatu dusun harus dibuka untuk memastikan keabsahan si pemilih, pungkasnya.

Sementara, Camat Tanjung Beringin, M Fahmi mengatakan, P2KD dan disaksikan oleh Muspika, menolak atas tuntutan salah satu calon Kades yang protes untuk membuka salah satu kotak suara tersebut.

Tetapi perwakilan mereka boleh menambah segel kotak suara agar nantinya kotak suar tersebut tersegel dengan aman.

Dan seandainya salah satu calon Kades yang kalah bisa menuntut ke pengadilan. Dan di pengadilan lah nanti,  kotak suara yang dicurigai tersebut, bisa dibuka, kata Camat M Fahmi.

 

(ML.hrp)