Puluhan Korban Pinjaman Online Datangi Polres Sergai

0
92
Emak - emak korban pinjaman online saat mendatangi Polres Sergai.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Puluhan korban pinjaman online mendatangi Mapolres Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (13/7/2021), di Sei Rampah.

Kaum ibu-ibu atau emak-emak ini didominasi warga Desa Pekan Sialang Buah dan Desa Sialang, Buah Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Sergai. Mereka melaporkan kasus dugaan penipuan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sergai.

Saat diwawancarai, Fitriani (27), warga Dusun II Desa Pekan Sialang Buah, kepada media ini mengatakan, karena situasi Covid-19, makanya mereka perwakilan saja untuk melaporkan ke Polres Sergai, sebenarnya ratusan yang jadi korban.

“Oleh karena itu kami laporkan. Kami minta pelaku ditangkap dan bertanggung jawab untuk membersihkan nama kami,” tegasnya.

Dijelaskannya, diketahui terduga pelaku, inisial AS (31), sekarang tinggal di Binjai KM 18.

Terduga pelaku merupakan asli warga Dusun III Desa Pekan Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu.

Emak – emak korban pinjaman online saat mendatangi Polres Sergai.

Berawal pada bulan Juni lalu, terduga pelaku datang bersama istri inisial RN dan anaknya mengajak warga untuk bermain aplikasi Tik Tok guna mendapatkan poin.

Untuk meyakinkan kami, terduga pelaku memberikan uang Rp50.000 dengan syarat KTP dan foto warga biar didaftarkan dan juga membawa Hp android masing-masing, ujar korban.

Kata terduga pelaku, kalau ada yang menagih kedepannya, ia siap bertanggung jawab, tambahnya.

“Hp kami (para korban-red) dipegang terduga pelaku tanpa diizinkan untuk dilihat. Setelah itu, aplikasi pinjam online itu sudah dihapus terduga pelaku tersebut,” paparnya.

Ditambahkan Ira (19), penduduk Dusun IV Desa Sialang Buah,  setelah jangka 1 bulan, ada telepon dan SMS masuk tagihan sebesar Rp 515.000 dan bahkan lebih.

Dalam SMS masuk itu dari Kredivo berbunyi “tagihan Bukalapak Paylater kamu sebesar Rp 515.000 akan jatuh tempo pada 09-07-2021 agar terhindar dari denda”.

“Bahkan tagihan semakin membengkak, hingga kami ditelepon operator pinjaman online tersebut untuk segera membayar,” ujarnya geram.

 

(ML.hrp)