Beranda Nasional Puluhan Korban Terdampak Bom Teroris di Sibolga Desak Pencairan Bantuan Pemprov

Puluhan Korban Terdampak Bom Teroris di Sibolga Desak Pencairan Bantuan Pemprov

53
0
Korban terdampak bom teroris pada Maret lalu di Sibolga saat berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Sibolga, Sumut, Rabu (19/6/2019). (Foto: iNews/Raymond)

Buktipers.com – Medan

Puluhan warga Jalan Cendrawasih, Kota Sibolga, yang merupakan korban terdampak ledakam bom teroris pada Rabu, 13 Maret lalu, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mencairkan bantuan perbaikan rumah. Akibat bom bunuh diri itu, banyak rumah warga yang rusak.

Salah seorang perwakilan warga Jalan Cendrawasih, Gang Serumpun, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas Sibolga yang terdampak bom, Raju Firmansyah Hutagalung mengatakan, sampai sekarang mereka belum juga menerima bantuan dari pemerintah. Padahal, warga sangat membutuhkannya untuk memperbaiki rumah-rumah mereka yang rusak akibat ledakan bom saat penangkapan teroris itu.

Tak hanya itu, massa juga mendesak kepada DPRD Kota Sibolga untuk mempertanyakan kepada Pemerintah Kota Sibolga terkait lambatnya pencairan bantuan kepada para korban terdampak bom. “Kami menduga ada terjadi praktik-praktik kecurangan yang dilakukan kota Sibolga terkait pencairan bantuan,” kata Raju saat unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Sibolga, Selasa (18/6/2019).

Baca Juga!  Sambut HUT Polwan RI Ke - 70, Polres Tanjungbalai Nonton Bareng Film Dokumenter Polwan Cartenz

Sementara Wakil Ketua DPRD Sibolga, Jamil Jeb Tumori mengatakan, bantuan yang dijanjikan oleh Pemprov Sumut akan segera diterima oleh para korban terdampak bom dalam waktu dekat. Bantuan dalam bentuk uang tunai tersebut akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing korban.

Menurut Jamil, pemberian bantuan kepada korban terdampak bom teroris tertunda karena lambatnya Pemkot Sibolga dalam melakukan pendataaan. ”Contohnya Dinas Pekerjaan Umum lambat dalam mendata dampak kerusakan pasca bom kemarin. Selanjutnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) lambat dalam mendata korban sehingga menyebabkan pencairan bantuan pemerintah provinsi menjadi lambat,” ungkap Jamil, Rabu (19/6/2019).

Tak hanya itu, Jamil juga menerangkan bahwa koordinasi antara lembaga dalam penanganan masalah bom masih kurang baik. Karena itu, DPRD Sibolga akan memanggil sejumlah instansi terkait penangan masalah bom teroris di Kota Sibolga.

Baca Juga!  Densus 88 Tangkap Terduga Teroris

“Kami akan undang sejumlah dinas terkait, mahasiswa, dan masyarakat terdampak, untuk membicarakan permasalahannya sehingga ada keterbukaan informasi terkait kendala yang terjadi,” katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya memberi santunan Rp 1,4 miliar kepada warga Sibolga untuk tahap awal pembangunan 155 rumah yang rusak akibat ledakan bom milik teroris di Jalan Cendrawasih, Gang Serumpun, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Sibolga.

Jokowi mengatakan, pemerintah akan memberikan bantuan untuk pemilik bangunan yang rusak berat sebesar Rp25 juta, rusak sedang Rp5 juta dan rusak ringan Rp3 juta.

 

Sumber : iNews.id

 

Loading...