Puluhan Ribu Ton Bawang dan Gula Impor Guyur RI Demi Tekan Harga

0
56
Pedagang bawang putih. (Net)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto kemarin mengecek harga barang kebutuhan pokok di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia memastikan stok cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Daging ayam ras, bawang putih, cabai merah keriting, cabai merah besar, serta cabai rawit merah harganya mulai turun. Namun harga gula pasir masih tinggi. Sedangkan untuk menstabilkan harga, pasokan gula kristal putih (GKP) atau gula konsumsi impor akan masuk pada Mei 2020.

“Untuk gula GKP ini kita memang penugasan terhadap BUMN, diperkirakan masuk pertengahan Mei ini dan ini sedang proses,” kata dia dalam konferensi pers virtual, Rabu (29/4/2020).

Setidaknya tiga BUMN yakni Perum Bulog, PT PPI (Persero), dan PT RNI (Persero) ditugaskan untuk mengimpor gula konsumsi dengan total 150 ribu ton, masing-masing 50 ribu ton.

Agus menjelaskan, masuknya gula impor akan berlangsung secara bertahap. Untuk tahap awal bisa tiba lebih cepat, yaitu di awal Mei.

“Bisa lebih awal, kemudian juga yang lainnya dalam proses. Semuanya masuk di bulan Mei ini dan mungkin minggu depan sudah mulai masuk bertahap mulai awal Mei ini,” sebutnya.

Pihaknya pun akan mengawal pendistribusian komoditas tersebut ke masyarakat.

Bulan depan, bawang putih impor juga akan kembali tiba di Indonesia. Lanjut di halaman berikutnya.

Agus menjelaskan bawang putih impor akan kembali masuk ke Indonesia paling lambat Mei. Targetnya 58.000 ton bawang putih impor bakal masuk.

“Untuk bawang putih memang sudah masuk sebagian. Ditargetkan bulan Mei ini mencapai 58.000 ton kurang lebih,” kata dia.

Paling cepat, bawang putih impor akan tiba di Indonesia pada akhir April ini. Bila tidak memungkinkan maka akan tiba awal Mei.

“Sekarang hari Rabu ya, iya akhir April atau awal Mei sudah mulai masuk karena Jumat ini sudah 1 Mei,” jelasnya.

Dia pun menjelaskan bahwa pemerintah sudah memberikan kemudahan impor komoditas bawang putih dan bawang bombai.

“Berkaitan dengan itu karena sudah memanfaatkan relaksasi impor, jadi relaksasi impor yang kita berikan pembebasan persetujuan impor sehingga memudahkan bagi pelaku usaha untuk mengimpor terutama khususnya bawang putih dan bawang bombai,” tambahnya.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto sebelumnya mengatakan, pihaknya telah menerbitkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk 450.000 ton bawang putih dan 227.000 ton untuk bawang bombai. Hitungan Kementan bila semua telah masuk, stok cukup untuk satu tahun, bahkan satu setengah tahun untuk bawang bombai.

 

Sumber : detik.com