Puluhan Warga Desa Sapta Jaya, Geruduk Pengadilan Negeri Kuala Simpang

0
1211
Warga Desa Sapta Jaya, Kecamatan Rantau, berunjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Kuala Simpang, Selasa (16/7/2019).
Dijual Rumah

Buktipers.com – Aceh Tamiang (Aceh)

Puluhan warga  Desa Sapta Jaya, Kecamatan Rantau,   berunjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Kuala Simpang, Selasa (16/7/2019).

Dalam aksi tersebut,  warga meminta agar para hakim PN  Kuala Simpang, bersikap bijak dalam mengambil keputusan terhadap kasus gugatan terhadap datok terkait dugaan pengrusakan atas peternakan ayam.

Menurut salah seorang warga yang ikut dalam aksi tersebut, mengatakan, bahwa  aksi puluhan warga desa itu, untuk menolak tuduhan dugaan pengrusakan atas peternak ayam oleh datok (Kepala Desa) Juparto  dan warga, beberapa waktu yang lalu.

Selain melakukan penolakan atas tuduhan tersebut saat unjuk rasa, di depan PN Kuala Simpang, warga juga meminta majelis hakim yang menyidangkan kasus gugatan terhadap datok untuk bisa bersikap adil dalam pengambilan keputusan nanti.

“Kami meminta bapak hakim bersikap adil dalam pengambilan keputusan atas gugatan tersebut atas Datok kami,”ujar koordinator aksi, diikuti puluhan warga.

Warga Desa Sapta Jaya, Kecamatan Rantau, berunjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Kuala Simpang, Selasa (16/7/2019).

“Lihat lah kami pak hakim, akibat peternakan ayam yang ada kampung, kami dibanjiri lalat yang membawa penyakit. Dan kami juga menolak tuduhan pengrusakan terhadap datok kami, “teriak warga.

Sebelumnya, warga dari 7 desa yang meliputi, Desa Sapta Jaya, Kecamatan Rantau, merupakan wilayah pemukiman yang membawahi 7 desa, yakni Desa Jamur Jelatang, Jamur Labu, Suka Rahmat, Suka Jadi, Suka Rakyat, Suka Mulia, dan Desa Ingin Jaya.

Telah melakukan penolakan atas peternakan ayam yang ada di sekitar pemukiman mereka dengan melakukan unjuk rasa atas usaha peternakan ayam tersebut yang diduga tidak memiliki izin amdal yang  telah menyebabkan mewabah ribuan lalat di wilayah pemukiman tersebut.

Sementara terkait tuduhan pengrusakan atas peternakan ayam yang memicu unjuk rasa didepan PN Kuala Simpang, Datok Juparto kepada wartawan  mengatakan, tuduhan yang ditujukan kepadanya adalah salah alamat dan tidak benar.

Tidak ada bukti apapun yang membuktikan, kalau pada bulan Januari lalu, dirinya melakukan pengrusakan dan pencurian.

Polisi tampak berjaga – jaga.

Oleh sebab itu, dirinya menolak dan merasa keberatan atas tudingan tersebut, terangnya pada awak media.

Pantauan media, aksi unjuk rasa tersebut  terlihat berjalan tertib dan damai.

Puluhan petugas Polres Aceh Tamiang,  tampak berjaga – jaga, mengawal aksi tersebut sampai selesai. Warga desa setelah menyampaikan orasi di depan PN, terlihat membubarkan diri dan melanjutkan unjuk rasa, di depan Kantor Bupati Aceh Tamiang.

 

(Tarmizi Puteh / Red)