Pungli Biaya Sertifikat, Satreskrim Polres Sergai OTT Oknum Pegawai BPN

0
44
Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang, di dampingi Kasat Reskrim, AKP Pandu Winata, Kasubbag Humas, AKP Sopiyan, dan Kanit Tipikor, Ipda Edward Sidauruk, Rabu (14/10/2020), saat menggelar press release.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Satreskrim Polres Serdang Bedagai (Sergai), Operasi Tangkap Tangan (OTT) oknum pegawai BPN setempat, pada Selasa (13/10/2020) lalu, pukul 10.00 WIB.

Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang, di dampingi Kasat Reskrim, AKP Pandu Winata, Kasubbag Humas, AKP Sopiyan, dan Kanit Tipikor, Ipda Edward Sidauruk, Rabu (14/10/2020), dalam konferensi persnya, kepada wartawan mengatakan, tersangka bernama Bahar Muharram (26), Asisten Surveyor Kadaster Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) / Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Serdang Bedagai, warga Dusun IX, Jalan Veteran Pasar VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang.

Sedangkan korbannya, Aldi Gunawan (26), penduduk Dusun I, Jalan Protokol Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Sergai.

Kapolres juga mengungkapkan kronologi kejadiannya, yaitu pada bulan Maret 2020 lalu, korban melakukan pengurusan pembuatan sertifikat hak milik atas tanah dari surat dasar SKT dan Notaris untuk dibuatkan menjadi 34 sertifikat.

Bahwa dalam hal kepengurusan 34 sertifikat tersebut, korban sudah memberikan biaya dengan total keseluruhan Rp.53.800.000 (Lima Puluh Tiga Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah), kepada petugas BPN Kabupaten Sergai. Dan setelah uang diserahkan, ternyata pembuatan sertifikat sebanyak 34 persil, sampai dengan sekarang belum ada yang selesai.

Selanjutnya, petugas ATR/BPN Kabupaten Sergai, kembali menghubungi korban dan meminta biaya pengukuran sebesar Rp 4 juta.

Dengan banyaknya biaya yang dikeluarkan oleh korban dalam hal pembuatan sertifikat itu, selanjutnya petugas kepolisian melakukan pengintaian terhadap kerja pegawai ATR/BPN yang terlibat dalam pengurusan sertifikat korban.

Dan pada hari Selasa, 13 Oktober 2020, petugas menerima informasi tentang adanya pemberian uang pengukuran terhadap petugas ukur kantor ATR/BPN Kabupaten Sergai.

Setelah menerima informasi tersebut, petugas kepolisian melakukan pengintaian, di sekitar kantor ATR/BPN Kabupaten Sergai.

Dan benar pada hari Selasa, 13 Oktober 2020, sekitar pukul 10.00 WIB, petugas melihat korban datang ke kantor ATR/BPN Kabupaten Sergai, dan langsung menuju halaman belakang kantor ATR/BPN Sergai.

Di situ terjadi transaksi pemberian uang oleh korban kepada petugas ukur kantor ATR/BPN Kabupaten Sergai.

Melihat hal tersebut, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap petugas ukur kantor ATR/BPN dan turut mengamankan korban dan sejumlah uang yang diberikan oleh korban kepada petugas ukur kantor ATR/BPN Kabupaten Sergai, ungkap Kapolres.

Barang bukti yang diamankan dari tersangka, berupa uang Rp 4 juta, 1 buah tas kecil warna hitam dan 1 buah HP.

“Modus tersangka melakukan pengutipan uang pengukuran tanah pembuatan sertifikat oleh petugas ukur kantor ATR/BPN Kabupaten Sergai. Tersangka dijerat Pasal 12 huruf e UU RI Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi, penjara paling singkat 4 tahun, paling lama 20 tahun dan denda minimal Rp 200 juta maksimal Rp1 miliar,”pungkas Kapolres.

(ML.hrp)