Beranda Hukum Pupuk Subsidi Langka di Sergai, Kasat Reskrim Janji Panggil Semua Pemilik Kios

Pupuk Subsidi Langka di Sergai, Kasat Reskrim Janji Panggil Semua Pemilik Kios

140
0
Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP Hendro Sutarno.

Sergai, buktipers.com – Masalah kelangkaan pupuk subsidi di kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), akan segera disikapi pihak Polres Sergai.

Ditegaskan Kapolres, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Hendro Sutarno, masalah pupuk itu sudah ditindaklanjuti dengan memanggil semua distributor pupuk yang ada di Sergai.

“Saat ini, pihaknya lagi mendalami dan mengumpulkan berbagai informasi kelangkaan pupuk subsidi tersebut. Nah, untuk mengetahui sejauhmana proses pendistribusian pupuk subsidi itu hingga ke petani yang berhak menerimanya, maka dalam waktu dekat ini akan dipanggil semua pihak pemilik kios pupuk yang ada di Sergai, berikut pihak terkait, “ungkapnya kepada awak media, Rabu (4/12/2019).

Sebelumnya, anggota DPRD Sergai, Longway Pakpahan, mengutarakan keperihatinannya atas kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut.

Baca Juga!  Ditagih Utang Beras, Oknum Kades di Dairi Labrak Warga: Dasar Orang Miskin

Akibat langkanya pupuk subsidi itu, biaya operasional petani menjadi tinggi. Kondisi ini semestinya tidak terjadi dan harus dilakukan antisipasi jauh sebelumnya, katanya.

Karena pengurangan pupuk sudah diberitahukan oleh pemerintah pusat, atau bukan diberitahukan mendadak, katanya.

Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlangsung lama dan perlu dilakukan pengusutan hingga tuntas oleh pihak penegak hukum, khususnya polisi dan jaksa.

“Polisi diminta telusuri kebenaran data petani yang berhak menerima pupuk subsidi yang diajukan dan tergabung dalam Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) ke distributor pupuk,”ujarnya.

Sementara, Tokoh Pemekaran Sergai, H OK David, Purba, juga meminta polisi untuk menangkap mafia-mafia pupuk yang membuat sengsara petani di Sergai.

Baca Juga!  Tempo Satu Jam, Kawanan Perampok Diringkus Satreskrim Polres Sergai

Pemerintah Daerah harus serius menanggapi keluhan masyarakat. Periksa dinas yang terkait dan jika ditemukan ada penyimpangan dalam distribusi dan pengusulan oleh pihak-pihak tertentu, maka harus ditindak tegas, kata David.

Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sergai, Usman Effendi Sitorus SAG M.SP, menilai kelangkaan pupuk ini merupakan salah satu bukti lemahnya pengawasan komisi pengawas pupuk.

Pemerintah Daerah harus berani menolak pupuk subsidi karena dinilai hanya menimbulkan persoalan saja.

Pemerintah Daerah disarankan membuat bank tani sebagai antisipasi kelangkaan pupuk dan meminimalisir terjadi penyelewengan pupuk subsidi dan manipulasi data petani, ungkapnya.

 

(ML.hrp)

Loading...