Putra Bapak Darsani Resmi Laporkan Oknum Perawat “AG” ke Polres Mesuji

0
198
Putra Darsani, resmi laporkan oknum perawat Agung ke Polres Mesuji.
Dijual Rumah

Mesiji, buktipers.com – Ahmad  Yulian Andriansyah (25) yaitu putra sulung dari korban, Darsani (57), resmi melaporkan oknum perawat, berinisial AG, ke Polres Mesuji, Selasa (1/11/2020).

Pasalnya, oknum perawat itu diduga salah memberikan obat saat merawat Darsani (57), warga Pasar Berabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Mesuji.

Seperti diberitakan, awalnya korban merasakan kurang enak badan dan pegal linu, lalu minta tolong dengan tetangga korban, bernama Eko (39), agar diantar berobat.

Eko langsung membawa Darsani ke Klinik Griya Benmari, tempat AG, A.Md.kep, praktik.

Setibanya di klinik, mantri AG memberi pengobatan terhadap Darsani.

Namun  bukannya sembuh, Darsani malah merasakan badanya kaku atau keram, pada bagian tangan kanannya, dan juga kaki kanannya.

Oknum perawat itu, diduga salah menyuntikkan obat, hingga Ahmad Yulian Andriansyah, selaku putra sulung dari Darsani, melaporkan kejadian itu, ke Polres Mesuji.

Laporan pengaduan tersebut, diterima langsung bagian penyidik, Aipda Sodikin.

“Saya anggap dugaan dalam pengobatan yang diberikan AG ini  “mal pratik”, ungkap anak korban.

Ahmad Yulian Andriansyah juga menghadirkan dua saksi, yaitu Eko (39), warga Pasar Berabasan Mesuji (sebagai saksi pertama), dan Hasan. RL (47), warga Menggala Tuba (sebagai saksi kedua).

Masing-masing saksi, memberikan keterangan saat diminta penyidik, Aipda Sodikin.

Saksi pertama, Eko kepada penyidik, membenarkan kalau pasien minta tolong kepadanya untuk diantar berobat. Dan pada saat itu, langsung diantar ke Klinik Griya Benmari, tempat AG praktik,. Dan sesampainya di Klinik tersebut, Darsani langsung ditangani selaku pasien oleh AG. Pertama periksa tensi darah 160/100, tindak pengobatan selanjutnya disuntik dan diberi pil, beberapa macam. Saya juga kurang tau jenis-jenis pil yang diberikan oleh AG. Singkat cerita ke esokan harinya, pagi-pagi, Pak Darsani, bukannya sembuh, malah badannya sudah gak bisa digerakan lagi. Lalu saya ke tempat AG, ngabarin kondisi Pak Darsani. Dan gak lama, AG datang ketempat kediaman Pak Darsani dan cek kondisi Pak Darsani. AG katakan ke saya, “mas Eko, Pak Darsani mengalami pecah pembulu darah”. Dan saya saat itu merasa kaget. Lalu AG izin pamit pulang kepada saya. Dia janji, nanti siang datang lagi. Tapi apa, sampai sore, AG tidak tepati janjinya, jelas Eko panjang lebar.

Dan saksi kedua, Hasan RL kepada penyidik, menuturkan “setibanya saya, sama kawan saya  Helmi, di Pasar Berabasan Mesuji, di kediaman Pak Darsani, kami berdua merasa kaget saat melihat saudara kami Darsani yang lagi terbujur kaku, di kediamanya. Lalu kami berdua bertanya dengan saudara kami Darsani, kenapa Adin sudah seperti ini. Lalu dia jawab kepada kami, saya habis berobat, di tempat Klinik Griya Benmari, tempat AG praktik yang diantar sama Eko. Sehabis berobat, saya malah seperti ini sudah gak bisa jalan lagi, jelas Darsani dengan nada sedih kepada kami berdua. Lalu dia perintahkan kami, minta tolong panggilkan AG, lalu kami berdua coba datangi kediam AG, tapi sampai dua kali kami datang, tak kujung bisa ditemui. Alhasil, kami berdua langsung ngawanin Darsani, di kediamanya karena dia tinggal seorang diri. Singkat ceritanya, kami ke esok harinya dibuat kaget lagi. Pagi-pagi, saudara kami Darsani ini sudah gak bisa bicara lagi, di saat saya nyapa, mau ngasih dia sarapan. Lalu kami berdua kebingungan pada saat itu. Lalu saya telpon AG, selaku orang yang bertangung jawab terhadap Darsani. Dan saat juga, Alzoni mintak tolong sama kami berdua agar Darsani, di rujuk kerumah sakit umum daerah Mesuji. Dan tiba di rumah sakit tersebut, gak lama kemudian, AG tiba juga. Dan proses selanjutnya, kami serahkan kepadanya,”jelas Hasan mengisahkan.

Ahmad Yulian Andriansyahsani sangat berterimakasih kepada Polres Mesuji yang sudah menerima laporannya yang tertuang dalam surat tanda terima laporan  Nomor : STPL /360/X11/2020/Polda Lampung/RES MESUJI/SPKT.

“Dengan harapan, agar pihak berwajib bisa secepatnya  memproses AG,”ungkap Ahmad Yulian Ardiansyah.

 

(JN)