Rahasia Bamsoet-Sean Bisa Selamat Setelah Terguling dalam Mobil Reli

0
1
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), dan pembalap nasional, Sean Gelael, mengalami kecelakaan saat mengikuti ajang Sprint Rally Meikarta 2021, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Usai kecelakaan, Bamsoet mengungkapkan kondisinya dan Sean aman. Foto: (Tangkapan layar)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan pebalap nasional Sean Gelael mengalami kecelakaan saat mengikuti ajang Sprint Rally Meikarta 2021 di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Mobil reli yang dikendarai oleh Sean Gelael ini hilang kendali dan terguling sebanyak dua kali. Beruntung, baik Sean dan Bamsoet berhasil dievakuasi dan selamat.

Melihat kejadian ini, Rifat Sungkar selaku Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia mengatakan, kecelakaan yang dialami oleh Sean dan Bamsoet pada Sabtu (27/11/2021) sangat spektakuler.

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), dan pembalap nasional, Sean Gelael, mengalami kecelakaan saat mengikuti ajang Sprint Rally Meikarta 2021, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Usai kecelakaan, Bamsoet mengungkapkan kondisinya dan Sean aman. Foto: (Tangkapan layar)

Rifat mengungkapkan, mobil reli yang dikemudikan oleh Sean ini sudah mengikuti standar keamanan internasional. Sehingga, kecelakaan semacam itu sudah bisa diprediksi sejak awal.

“Tapi safety device yang kita pakai itu memang sudah diperhitungkan untuk menghadapi risiko seperti itu. Terus melihat video yang beredar di media sosial, menurut saya kecelakaan yang dialami oleh Sean itu spektakuler, karena mobil terguling beberapa kali namun Sean dan Pak Bamsoet berhasil keluar dengan selamat,” kata Rifat dalam unggahan videonya di Instagram @rifato.

Mengenai kecelakaan tersebut, Rifat menjelaskan jika pentingnya perangkat keamanan yang tinggi untuk digunakan pada dunia balap, baik motor maupun mobil di Indonesia.

Dirinya menjelaskan ada beberapa kekurangan di dunia balap Indonesia. Salah satunya ketika ingin meningkatkan kecepatan mobil, namun teknologi keselamatan di Tanah Air masih belum memenuhi standar internasional dan tidak sebaik mobil balap buatan luar negeri.

“Mereka (pabrikan mobil) telah melakukan research and development terhadap mobil yang dibuat. Selain itu, mereka juga telah mengikuti ribuan berbagai event di dunia balap dan mencari tahu perangkat keselamatan apa yang terbaik, lalu diterapkan pada mobil balapnya,” ungkapnya.

Dengan begitu, Rifat mengungkapkan jika dunia balap Indonesia diharapkan dapat mengirim mobil atau motor balap bekas dari luar negeri yang sudah memenuhi standar internasional.

Selain itu, harga mobil atau motor balap bekas dari luar negeri jauh lebih murah harganya ketimbang membangun mobil dengan spesifikasi serupa namun harga perangkatnya mahal dan terbatas.

Rifat juga menyinggung soal posisi setir mobil balap. Menurutnya, larangan setir mobil kiri masuk ke Indonesia cukup merugikan karena rata-rata mobil balap luar negeri yang telah memenuhi standar internasional menggunakan setir kiri, bukan kanan.

Dirinya berharap setelah kejadian ini dunia balap Indonesia bisa terus berkembang serta meningkatkan faktor keselamatan.

“Pada akhirnya saya berharap jika dunia motorsport di Indonesia terus maju, bukan hanya kecepatan saja yang ditingkatkan tapi juga tingkat keselamatan yang menjamin kecepatan itu,” pungkas Rifat.

 

Sumber : detik.com