Beranda Lintas Provinsi Rakor Jejaring Industri Mitra SMKN 7 Palangka Raya, Ini Harapan Kepala Dinas...

Rakor Jejaring Industri Mitra SMKN 7 Palangka Raya, Ini Harapan Kepala Dinas Pendidikan Kalteng

60
0
Kegiatan rakor jejaring industri, Kamis (1/8/2019), di SMKN 7 Palangka Raya.

Palangka Raya, buktipers.com –  Pendidikan Kejuruan di zaman tekhnologi harus kita kembangkan, mengingat pertambahan penduduk semakin meningkat, sehingga nantinya Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) padat penduduk.

Dengan adanya sekolah kejuruan ini, pihak lembaga pendidikan, memberikan ketrampilan khusus untuk peserta didik bisa membuat lapangan kerja, murid mendapat ilmu pengetahuan yang terampil memiliki skill siap kerja.

Kegiatan rakor jejaring industri ini, didukung  Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangka Raya, Kamis (1/8/2019), di SMKN 7 Palangka Raya.

Narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Palangka Raya,  Ir. Rika Emaningsih MM, Ketua Pengkajian Sumberdaya BPTP Kalteng, DR. M.Anang Firmansyah,SP.M.Si , Owner SKM Farm, Usman Gumanty, SP.MP dan Owner UD Airwana Raya, Farchan Slamet, S.Ag.

Baca Juga!  Semarak 17-an, Tulang Bawang Gaet Kaum Milenial

Kepala SMKN 7 Palangka Raya,. Syahrani,S.Pd M.Pd mengatakan, rapat koordinasi jejaring mitra program pengembangan industri pertanian ini, mengundang wali murid jurusan pertanian.

“SMKN 7 Palangka Raya yang ada di transmigrasi jalan Mawar Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalteng, tidak ada memiliki lahan pertanian untuk praktekum, dan jalan keluarnya, memakai lahan wali murid. Dengan ini, kami mohon dukungan bapak ibu, menggali potensi jejaring industri pertanian,”kata Syahrani berharap.

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Dr H Slamet Winaryo, M.Si melalui Kasi Kurikulum, Drs.H. Tasmanudin, membuka langsung kegiatan rakor jejaring mitra SMKN 7 Palangka Raya.

“Lembaga Pendidikan SMK, beda dengan SMA. Karena SMK memiliki jurusan kejuruan yang bisa dipilih, dan diminati masyarakat. Peserta didik SMK harus bisa merubah keterbelakangannya yang tadi petani tradisional, bisa menjadi petani berdasi. Di zaman teknologi ini, kita berharap, anak didik kita memiliki skill yang handal,” ujar Tasmanudin.

Baca Juga!  Menyalahi Aturan, Bangunan Diatas DAS Harus Di Bongkar

 

(Hadiboy)

Loading...