Beranda Lintas Provinsi Ratusan Buruh Perusahaan Sawit PT Kalimantan Agro Pusaka Kecewa, Ini Penyebabnya

Ratusan Buruh Perusahaan Sawit PT Kalimantan Agro Pusaka Kecewa, Ini Penyebabnya

223
0
Keputusan memperkerjakan buruh hanya 2 hari selama seminggu, terhitung bulan Mei 2019, sudah ditetapkan dengan dikeluarkannya surat edaran yang ditandatangani pihak Manager PT. Kalimantan Agro Pusaka. (foto/my)
Loading...

Buktipers.com – Kayong Utara (Kalbar)

Ketua Serikat Pekerja Paduan Mandiri Sejahtera, Budiyanto mengatakan, bahwa keputusan memperkerjakan buruh hanya 2 hari selama seminggu, terhitung bulan Mei 2019, sudah ditetapkan dengan dikeluarkannya surat edaran yang ditandatangani pihak Manager PT. Kalimantan Agro Pusaka, daerah Sungai Paduan Estate, di Desa Sungai Paduan, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara.

Keputusan yang diambil ini, pihak perusahaan berdalih, keadaan perusahaan lagi merugi, karena harga sawit murah.

Dikatakan Budi, sebelumnya pihak Perusahaan hanya mempekerjakan mereka seminggu 4 hari.

“Kenapa pada awal-awal pembukaan, masih belum panen, mereka bisa menggaji kami. Koq setelah produktif malah tidak mampu. Kami juga sudah menghadap Bupati, yang nantinya akan memanggil pihak perusahaan untuk menindaklanjutinya,”terang Budi saat ditemui di Sukadana, Minggu (12/5/2019) yang memiliki anggota 214 pekerja.

Baca Juga!  Kampanye di Gereja, Anggota DPRD Dibui 2 Bulan

Menurutnya, selama ini pihak buruh juga sering berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja, dan sudah keluar sebuah keputusan dari Dinas Tenaga Kerja, tetapi kenapa pihak perusahaan tidak mentaatinya.

“Inilah yang kami, para buruh sering merasa heran, selama ini pihak perusahaan tidak pernah mengindahkan apa yang telah menjadi keputusan dari dinas terkait,”sambung Budi.

Dirinya meminta, agar Pemkab Kayong Utara bisa memenuhi keinginan masyarakat Sungai Paduan, khususnya kaum buruh, agar bisa diaktifkan lagi bekerja selama 6 atau 5 hari dalam seminggu.

“Kami sangat prihatin, pada bulan puasa, terus nanti akan lebaran, pihak perusahaan seenaknya memangkas jumlah hari kerja,”imbuhnya.

Diterangkan Budi pula, selama ini upah yang mereka terima, sebesar Rp108.800 rupiah per hari, sesuai dengan UMK Kabupaten Kayong Utara.

Baca Juga!  Demi Fantasi Seks, Pemuda Bandung Curi 10 Celana Dalam Wanita

Pihak perusahaan sendiri, saat ditemui di Sukadana enggan berkomentar.

(my)

Loading...