Ratusan Kayu Ilegal Diamankan Tim Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Kalbar  

0
588
Ratusan batang kayu yang diduga tak memiliki dokumen resmi, diamankan petugas kepolisian.(foto/tim)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Ketapang (Kalbar)

Kayu-kayu itu tersusun rapi, dirancang mirip rakit di sebuah pinggiran sungai. Tidak ada yang tahu, jika ratusan kayu terebut diduga ilegal karena tidak dilengkapi dokumen.

Mengetahui tak ada dokumen resminya, akhirnya petugas kepolisian mengamankannya di Kecamatran Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Kayu olahan itu termasuk sangat berkualitas, ada meranti dan belian sekitar 300 batang.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Barat (kalbar), Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, membenarkan adanya penangkapan kayu yang diduga ilegal itu.

Mengenai ilegal loging katanya, polisi tak mengenal kompromi dengan para pihak yang terlibat, semua akan diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Polda Kalbar dan jajarannya tidak akan mentolerir segala bentuk kegiatan yang melanggar hukum. Hal ini sudah menjadi komitmen kita bersama, Polda Kalbar zero tolerance dan zero illegal,” tegasnya.

Adapun kejadianya bermula pada Selasa, 23 Oktober 2018, pukul 07.00 WIB, Tim Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Kalimantan Barat yang dipimpin oleh AKBP Ade Kuncoro SIK, melakukan penangkapan terhadap Sapariadi. Dia selaku pemilik sawmill PO Sumber Usaha di Dusun Ndua, RT 03, Desa Muara Jekak, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang.

Hasil penangkapan didapat, bahwa benar Sapariadi adalah pemilik sawmill PO Sumber Usaha bergerak di bidang usaha pengolahan kayu. Untuk kayu olahan yang berada di lokasi sawmill dalam bentuk rakit sebanyak kurang lebih 300 batang kayu olahan dengan berbagai ukuran di antaranya  10 x 20 x 4 m, 15 x 20 x 4 m, 20 x 20 x 4 m, 8 x 16 x 4 m, 8 x 8 x 4 m jenis kayu meranti dan kayu belian.

“Kayu olahan jenis meranti dibeli dari masyarakat Desa Hulu Sungai Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang dengan harga perkubik Rp 750.000,“ kata Kombes Pol Mahyudi Nazriansyah.

Untuk kayu olahan jenis belian ukuran 8x16x4M perbatang dibeli seharga Rp220.000, total keseluruhan kayu olahan itu sebanyak 300 batang.

Kata Mahyudi, Sapariadi dijerat ancaman pasal 83 ayat 1 huruf b UU No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Guna pengembangan selanjutnya, tim  mengamankan dan memeriksa pemilik kayu atas nama Sapariadi,  mengamankan barang bukti kayu olahan untuk dititipkan ke Polres Ketapang,” tutupnya. (Rls/Bayu/Tim)

 

Editor : Maris