Razia Pekat BNNK Tanjungbalai, Hasil Test Urine Lima Positif

0
362
Dijual Rumah

BuktiPers.Com – Tanjungbalai (Sumut)

Team gabungan terdiri dari Polres Tanjungbalai, POMAL TNI AL, Satpol PP dan BNN Kota Tanjungbalai, yang melakukan Razia penyakit masyarakat (Pekat) beberapa hari lalu, di tempat tempat Karaokean salah satunya di lokasi Karaoke Room Famyli Wather Boom setelah ditest Urine, hasilnya Lima (5) orang dinyatakan positif Narkoba, namun masih ada dua orang lagi yang belum mau dilakukan pengobatan.

Setelah test urine team razia gabungan menyerahkan kelima orang positif Narkoba ke pihak BNNK Tanjungbalai, maka untuk menentukan besar masalah yang ada pada individu, diperlukan asesmen klinik, dimana asesmen ini merupakan dasar menentukan diagnosa serta intervensi atau rencana terapi yang sesuai untuk bersangkutan.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tanjungbalai AKBP H Eddy Nasution melalui Kepala Seksi Rehabilitasi Ratno Sarjono T GLG didampingi Stafnya Tommy Hutauruk, Rabu (1/8/2018) di ruang kerjanya.

Dikatakannya, secara umum asesmen dapat digambarkan sebagai suatu proses mendapatkan informasi tentang klien secara komprehensif, baik pada saat klien memulai program, menjalani program, hingga selesai mengikuti program penyembuhan, informasi tentang klien pada umumnya dilakukan dengan tiga pendekatan yaitu Observasi, wawancara serta pemeriksaan medik.

Lanjut Sarjono dan Tommy, dalam menentukan diagnosa gangguan penggunaan Narkotika ada dua langkah yang bisa dilakukan, salah satunya adalah skrining dengan menggunakan instrumen tertentu atau mendapatkan informasi suatu resiko atau terkait dengan penggunaan narkotika dan ada beberapa alat yang umumnya digunakan untuk mengenali keterlibatan seseorang Narotika yaitu : Intrumen Skrining, urin analisis dan kajian resep/obat yang diminum klien.

“Hal yang perlu diperhatikan adalah penemuan kasus melalui alat skrining perlu dilanjutkan dengan proses asesmen, sehingga diperoleh gambaran klinis yang komperhensif, namun urine analisis merupakan alat skrining yang paling sering digunakan tidak saja oleh petugas kesehatan, tetepi terutama oleh pihak penegak hukum,” bebernya.

Sehingga kata Sarjono lagi, kelima orang berinisial MTP (32) seorang petani, warga Bandar Pulo Kabupaten Asahan dan SE (19), IS (31), RFS (26), MF (24), keempatnya berprofesi sebagai nelayan dan warga Beting Kuala Kapias, hasil urine analisis yang terjaring team gabungan beberapa waktu lalu dinyatakan positif Narkoba, maka dilakukan pengobatan/rawat jalan oleh pihak BNNK Tanjungbalai selama dua (2) kali dalam seminggu dengan keseluruhan sepuluh (10) kali pertemuan.

Sarjono menambahkan, kelima orang dilakukan pengobatan, hanya tiga orang telah datang ke Klinik Pratama BNNK Tanjungbalai yaitu berinisial IS, RFS dan MF, sedangkan dua lainnya MTP dan SE belum datang ke BNNK Tanjungbalai untuk dilakukan pengobatan. Pihak BNNK hanya mengingatkan klien tersebut agar mau diobati dan bila terjaring kembali dimungkinkan akan direhabilitasi.

“Selain itu BNNK Tanjungbalai ada menjalin kemitraan dengan Puskesmas Persatuan di Kelurahan Muara Sentosa, Rumah Sakit Hadi Husada, di jalan Jend. Sudirman dan Klinik Pratama yang terletak di Mako BNNK Tanjungbalai sendiri untuk Klien yang terindikasi dan orang sukarela terindikasi Narkoba,” pungkas Kepala Rehabilitasi BNNK Tanjungbalai R Sarjono T GLG didampingi Stafnya Tommy Hutauruk.

Sebelumnya, team gabungan terdiri dari Polres Tanjungbalai, POMAL TNI AL, Satpol PP dan BNN Kota Tanjungbalai, yang melakukan Razia penyakit masyarakat (Pekat), Minggu (29/7/2018) lalu serta menjaring lima orangdilokasi Karaoke Room Famyli Wather Boom. (Red)