Beranda Nasional Reaksi Menohok Unsur TNI setelah Prabowo Sebut Pertahanan Indonesia Rapuh

Reaksi Menohok Unsur TNI setelah Prabowo Sebut Pertahanan Indonesia Rapuh

142
0
Detik-detik pilot jet tempur F-16 TNI AU mengawal pesawat Ethiopian Airline yang dipaksa mendarat akibat masuk tanpa izin ke wilayah Indonesia - Puspen TNI.(tribunnews.com/net)
Loading...

Buktipers.com – Medan

Calon presiden petahana Joko Widodo menyebut, banyak unsur TNI yang memprotes calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, karena menyebut TNI lemah dan rapuh.

Kepada Jokowi, mereka langsung mengoreksi pernyataan Prabowo itu dengan menunjukkan data indeks kekuatan militer yang dirilis Global Firepower (GFP) 2019.

Data itu menunjukkan, TNI saat ini adalah angkatan bersenjata yang kekuatannya nomor satu di Asia Tenggara.

Saat kampanye di Makassar dan Gowa hari ini, Jokowi pun menyampaikan fakta yang baru diketahuinya itu kepada masyarakat.

Ia menilai, masyarakat harus diberi sosialisasi mengenai fakta yang sebenarnya.

“Ya karena tadi pagi banyak yang menyampaikan, utamanya dari unsur TNI, bahwa memang tentara kita kekuatan terbesar di ASEAN. Nomor satu di ASEAN, jangan keliru,” kata Jokowi, kepada wartawan, usai kampanye di Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (31/3/2019).

Baca Juga!  Harga Karet Tak menentu, Petani Ini Tak Peduli Pilgubsu.

Masih berdasarkan rilis yang sama, Jokowi juga menegaskan bahwa TNI adalah angkatan bersenjata nomor 5 terkuat di tingkat Asia.

Adapun di tingkat dunia, kekuatan TNI adalah peringkat 15.

“Ya kita bangga dengan itu. Artinya, jangan diremehkan TNI kita. Jangan dikecilkan TNI kita. TNI kita besar. Nomor satu di ASEAN. Nomor satu di ASEAN,” tegas Jokowi lagi.

Sebelumnya, Calon presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa calon presiden petahana Joko Widodo mendapat laporan yang tidak benar soal kondisi pertahanan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Prabowo saat debat keempat Pilpres di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

“Maaf, Pak Jokowi, mungkin Pak Jokowi dapat briefing-briefing yang tidak tepat,” kata Prabowo menjawab penjelasan Jokowi soal isu pertahanan.

Prabowo menyinggung pengalamannya di militer dahulu.

Ia menyebut budaya ABS atau “asal bapak senang” kental di dunia militer.

Baca Juga!  Beto Quattrick, Timnas Indonesia Pesta 6 Gol atas Vanuatu

“Budaya ABS banyak, Pak. Kalau ketemu Panglima, siap Pak, aman, Pak, terkendali, Pak. Radar cukup, Pak,” kata Prabowo.

“Pak, tidak benar, tidak benar,” kata Prabowo kepada Jokowi.

“Saya tidak menyalahkan bapak. Ini budaya Indonesia, ABS.

Jadi mohon kita kaji pertahanan sangat penting, kita tidak mau mengancam siapapun, tapi kita lemah, Pak,” tambah Prabowo.

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menilai, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tidak percaya dengan kemampuan TNI dalam konteks pertahanan.

“Saya melihat, Pak Prabowo ini tidak percaya pada TNI kita.

Saya yang sipil saja, saya sangat percaya pada TNI yang kita miliki, sangat percaya,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, dia melihat sendiri pembangunan sistem pertahanan yang dibuat oleh TNI.

Baca Juga!  Tolak Aplikasi Online, Ribuan Massa PMOC Dan Angkot Berunjuk Rasa Di Dinas Kominfo dan DPRD Cianjur

“Di Natuna saya lihat sendiri dibangun. Di Sorong juga dibangun. Saya cek ada benar barangnya,” kata Jokowi.

Prabowo membantah dirinya tidak percaya dengan Tentara Nasional Indonesia.

“Bukan saya tidak percaya pada TNI,” kata Prabowo kepada Jokowi.

Prabowo kemudian mempertanyakan kekuatan alat utama sistem senjata (Alutsista) Indonesia.

Ia bertanya, berapa kapal selam yang dimiliki TNI, apa jenisnya dan bagaimana kemampuannya.

Prabowo juga bertanya berapa pesawat tempur yang dimiliki TNI dan berapa banyak peluru kendalinya.

Namun, Prabowo tidak menyebut data mengenai Alutsista tersebut.

“Kalau ada armada asing masuk ke luat kita, apa yang bisa kita buat,” tanya Prabowo.

“Jadi bukan saya tidak percaya. Saya ini TNI, pak, saya pertaruhkan nyawa di TNI. Saya lebih TNI dari banyak TNI,” tambah Prabowo.(tribunnews.com)

 

Sumber: Tribunnews.com

 

Loading...