Rebut Simpatik Masyarakat, Paslon Bupati dan Wakil Bupati paparkan Visi dan Misi

0
377
Dijual Rumah

* Bawa C6, e-KTP, dan KK Warga Bisa Milih 27 Juni 2018 Nanti

Buktipers.com – OKI (Sumsel)

Pelaksanaan debat publik pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), antara paslon Nomor urut 1 Iskandar – Djakfar (ISO), Nomor urut 2 Abdiyanto – Made Irawan, dan Nomor urut 3 H Azhari – H Qomarus, mengadu program dan keritikan serta minta perhatian dari para pemilih akan digelar, Rabu Tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Debat publik yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) OKI, berlangsung di Kantor DPRD OKI, yang dipandu master of ceremony Prisca Clarisa, serta 4 panelis seperti Prof Andi Mulyana, Didik Susetyo, DR Ardiyan Saptawan dan Ridwan. 

Tak urung, dari ke tiga paslon tersebut,  saling sindir serta membuka langkah kerja di salah satu dinas yang diduga telah melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap petani yang hendak meminjam alat berat, sebagai penggaraf sawah padi.

Kendati, antara kandidat saling sindir, pelaksanaan debat publik putaran kedua, terakhir aman dan lancar baik di dalam gedung DPRD OKI maupun di luar gedung yang dilakukan penjagaan ketat oleh Jajaran Polres OKI, dipimpin AKBP Ade Harianto SH MH, Dandim 0402/OKI Letkol Inf Saprianizar SSos.

Ketua KPU OKI, Dedi Irawan SIP MSi didampingi Kominioner KPU Amrullah, Idham Khalik, Rabu (20/6/2018) menegaskan, penyelenggaraan debat publik sesuai PKPU No 4/2017 bahwa KPU wajib memfasilitasi adanya pelaksanaan debat kandidat.

“Kami juga telah menginggatkan paslon agar memanfaatkan waktu ini untuk memaparkan visi dan misi. Tentunya berdebat secara adil dan profesional serta berethika,” kata Dedi seraya mengharapkan kepada lapisan masyarakat agar menggunakan hak pilihnya pada, 27 Juni 2018 mendatang.

Masih kata Dedi, debat publik pemilihan Bupati dan Wakil Bupati ini merupakan sarana politik mengedukasi masyarakat guna mengetahui visi misi paslon bupati dan wakil bupati.

“Kepada paslon, silakan deskripsikan dan jabarkan visi misi anda, terutama dalam hal strategi memajukan Kabupaten OKI, dibidang pertanian, perkebunan, ekonomi, lingkungan dan hukum. Tinggal masyarakat yang akan menilai bagaimana visi misi para paslon,” tutur Dedi.

Dedi juga mengimbau kepada masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam pilkada dengan cara mendatangi TPS pada 27 Juni 2018, dengan membawa C6 atau membawa e-ktp dan kartu keluarga (KK) dan ditunjukan kepanitia pemilu.

Pendengaran wartawan ketika, paslon Iskandar – Djakfar menyebutkan sedikitnya, ada tujuh butir misi yang akan dilakukan jika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati OKI yakni, melanjutkan pembangunan desa dari desa, membangun tata ruang berwawasan lingkungan.

“Kami akan melanjutkan tingkatkan sektor ekonomi menuju kesejahteraan seperti cetak sawah yang saat ini sudah terealisir 27.000 hektar, kantor, dan ektensifikasi pertanian, revitalisasi replanting 17.000 hektar sawit ditahun ini dan lainnya,” jelas Iskandar.

Kemudian akan berjuang melanjutkan pembangunan infrastruktur. Meningkatkan BUMDes, DD, ADD, ciptakan lahan baru, lahan tiduk menjadi produktif.

Sementara itu, paslon 2 Abdiyanto-Made Indrawan menyatakan, visi misinya ialah  terwujudnya masyarakat OKI yang hebat dengan mewujudkan pelayanan sekolah dan kesehatan gratis, percepatan pembuatan e-KTP, akta kelahiran, meningkatkan daya jual produk OKI.

“Kami juga akan menyiapkan eskavator tiap kecamatan, penyuluhan kepada masyarakat dibidang pertanian guna memajukan sektor pertanian di OKI,” ungkap Abdiyanto.

Abdiyanto menambahkan, disektor infrastruktur, maka pihaknya akan fokus dalam tiga tahun kedepan tidak ada lagi jalan putus. Jika putus, maka akan berdampak pada ekonomi. 

“Terkait ada pungli di dinas pertanian yang diajukan oleh oknum di lapangan, mengenai pinjam pakai alat berat, alat pengelolaan lahan sawah itu seharusnya tidak terjadi. Karena jelas merugikan petani,” timpal Made usai acara debat publik.

Begitupun untuk paslon 3 H Azhari-H Qomarus menyampaikan visi misi OKI berbenah yakni, adil dan sejahtera. Harus pahami potensi yang ada di OKI. Masih banyak yang perlu dibenahi sekaligus membangun fondasi kebijakan. Semua harus bekerja dan berbenah demi rakyat di wilayah OKI.

“Untuk petani, pasangan Nomor 3 akan memberikan subsidi pupuk, bibit serta membuka koperasi guna meningkatkan pendapatan petani,” ucap Azhari terkait pinjam pakai alat berat untuk membuka lahan sawah, petani tak perlu lagi merogoh kantong, apabila Nomor urut 3 dipercaya untuk memimpin OKI, akan diprogramkan biaya operasional kendaraan dan gaji operator ditanggung oleh pemerintah. Sehingga petani tak mengeluarkan biaya untuk menggarap sawah.

Soal pemerataan pembangunan, jelas Azhari, itu semua bermuara pada infrastruktur. Pihaknya akan membenahi infrastruktur jalan. Dengan begitu semua sektor akan mengikuti. Seperti di Kecamatan Air Sugihan belum banyak tersentuh pembangunan.

Bahkan, pihaknya akan memekarkan Kabupaten OKI minimal menjadi menjadi tiga kabupaten. “Dengan anggaran Pemda OKI tak sebanding dengan luas wilayah, maka itu jalan satu-satunya dilakukan pemekaran. Baru bisa tercipta kemajuan mulai dalam kota hingga ke pelosok desa. (Adv/kpu oki/man/red)