Beranda Hukum Rekan Oknum TNI yang Tewas Diduga OD Ditahan Subdenpom

Rekan Oknum TNI yang Tewas Diduga OD Ditahan Subdenpom

49
0
Tim gabungan Polres Binjai, TNI dan BNN menggelar apel pasukan. Tribun Medan/HO
Loading...

Buktipers.com – Binjai (Sumut)

Penyidik Subdenpom 1-5/2 Binjai masih mendalami dugaan tewasnya Sertu AS dari Yonif 125/Si’mbisa yang diduga overdosis akibat alkohol dan obat-obatan terlarang, Minggu (9/6/2019).

Sementara ini, penyidik mendapat keterangan dan bahan informasi bahwa Sertu AS yang mengembuskan nafas terakhir di RS Latersia diantarkan oleh anggota TNI lainnya yang berdinas di Provost Yonif 125/Si’mbisa.

Diketahui, rekan Sertu AS itu langsung meninggalkan RS Latersia Binjai di Jalan Soekarno-Hatta Km 18, Kecamatan Binjai Timur usai korban ditangani tim medis.

Hingga akhirnya Sertu AS meninggal di bangsal RS Latersia.

“Sementara keterangannya, anggota sendiri yang bawa (korban) ke RS Latersia.

Dia (korban) kan Danru, anggotanya yang bawa (korban) ke Rumah Sakit Latersia,” ujar Dansubdenpom 1-5/2, Kapten Kariadi.

Menurutnya, Penyidik Subdenpom sudah melakukan olah TKP ke cafe tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokasi korban menikmati sajian hiburan malam diiringi dentuman musik khas Disc Jokey.

Selain olah TKP, tim Subdenpom juga mencari keterangan yang dapat dijadikan sebagai petunjuk untuk mengetahui penyebab kematian Almarhum Sertu AS.

Rekan sesama TNI dari Almarhum Sertu AS, Pratu ST sudah diserahkan oleh pucuk pimpinan di kesatuannya kepada Penyidik Subdenpom 1-5/2 Binjai.

Pratu ST sudah dimintai keterangan dan penahanan guna memudahkan pemeriksaan.

“Untuk anggota yang bersama almarhum sudah dilimpahkan ke satuannya ke kami untuk ditahan,” kata Dansubdenpom 1-5/2 Binjai, Kapten Keriadi.

Baca Juga!  Dana Desa Sitiristiris Diharapkan Bisa Kembangkan Sektor Pariwisata

Hasil penyelidikan Subdenpom, selama berdinas korban berkepribadian baik.

Korban sudah tiga kali berkunjung ke tempat hiburan malam di perbatasan Binjai-Deliserdang itu.

“Anggotanya baru sekali ke lokasi itu.

Mereka juga tidak berdua.

Ada sipil yang ikut, sejauh ini kami masih lidik terus,” pungkasnya.

Tim gabungan Polres Binjai, Subdenpom, dan BNN Kota Binjai berencana menggelar razia ke cafe-cafe lokasi hiburan malam.

Razia direncanakan pascaoknum TNI, AS tewas diduga OD usai berkunjung ke satu cafe lokasi hiburan malam Kota Binjai guna penyelidikan, Minggu (9/6/2019).

Terlihat sejumlah personel gabungan melakukan apel di Mapolres.

Beberapa di antaranya berseragam dinas TNI, BNN dan sipil untuk melakukan koordinasi terkait rencana razia dan pembagian tugas masing-masing.

“Tidak ada digelar razia, masih evaluasi.

Kami masih melakukan koordinasi dan analisa saja.

Ya ada atensi terkait itu (oknum TNI tewas),” kata Kasat Narkoba Polres Binjai, AKP Aris Fianto.

Atensi razia sejumlah cafe guna menyikapi informasi bahwa oknum TNI AS yang bertugas Danru Provost Batalyon Infanteri 125/Si’mbisa Karo meninggal dunia diduga OD setelah kelebihan menikmati alkohol dan obat terlarang di lokasi hiburan malam.

AS meninggal dunia setelah diantar rekannya ke RS Latersia dalam kondisi mengalami kejang-kejang.

Namun, razia tidak jadi digelar. Diduga karena informasi giat razia telah bocor ke sejumlah sosial media, sehingga para pengunjung cafe sepi, sama sekali tidak ada yang berada di lokasi.

Baca Juga!  Belasan Muda Mudi Kena Razia Di Ramadhan

Beberapa pengendara yang diduga calon pengunjung Cafe Duku terlihat balik arah sambil menginformasikan ke pengendara yang melintas di sekitar cafe lokasi hiburan malam.

Ramai pengendara berpindah tujuan ke Cafe Flower yang sebelumnya Diskotek Titanic Frog untuk menikmati dentuman musik Disc Jokey dan sajian hiburan malam.

Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Roy Hansen J Sinaga memberi keterangan adanya oknum TNI meninggal diduga OD.

Dia menegaskan, kasus meninggalnya oknum TNI di Kota Binjai, Sumatera Utara pada Rabu (5/6/2019) malam, kini sudah ditangani Subdenpom Binjai.

“Penyelidikan kasusnya sudah ditangani Subdenpom Binjai, sehingga saat ini kita masih menunggu hasilnya,” kata Kapendam I/BB, Kolonel Inf Roy Hansen J Sinaga dalam rilisnya di Media Centre Makodam I/BB, Jln Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Kamis (6/6/2019) lalu.

Sertu AS mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Latersia Binjai, Jalan Soekarno-Hatta Km 18, Binjai Timur, Rabu (5/6). AS diketahui berpangkat Sersan Satu yang bertugas sebagai Danru Provost Batalyon Infanteri 125/Simbisa, Kabanjahe, Tanah Karo.

AS sampai di RS Latersia diantarkan oleh temannya sekitar pukul 5.30 WIB.

Kepada petugas medis, teman AS menjelaskan bahwa oknum prajurit TNI ini usai menenggak minuman beralkohol dan menelan pil ekstasi di salah satu diskotek pinggiran Kota Binjai yang masuk wilayah Kabupaten Deliserdang.

Baca Juga!  Suami di Tangerang Tega Bacok Istri Gegara Motor Digadaikan

Setiba di RS, oknum tersebut dalam kondisi gelisah dan kejang-kejang, sehingga dipasangkan infus.

Bahkan, korban juga sempat diberi perawatan medis berupa obat Diazepam 2 ampul untuk menenangkannya.

Sekitar pukul 8.00 WIB, Sertu AS roboh.

Tekanan darahnya mencapai 90/80 mmHg dengan suhu demam tinggi mencapai 41,6 derajat celcius.

Tak lama berselang AS menghela nafas terakhirnya.

Amatan Tribun Medan, di RS Latersia, Rabu (5/6) malam, terlihat sejumlah prajurit TNI berseliweran, beberapa di antaranya berseragam dinas lapangan khas TNI.

Terlihat juga Komandan Sub Datasemen Polisi Militer Binjai, Kapten Keriadi mengenakan kemeja putih di RS Latersia.

Pukul 21.45 WIB sudah berada dalam peti kayu warna cokelat dibawa menggunakan ambulans milik rumah sakit Latersia yang beralamat di Jalan Soekarno-Hatta Binjai.

Kapendam I/BB berharap, penyelidikan oleh Subdenpom Binjai bisa mengungkap fakta sebenarnya tentang meninggalnya oknum TNI AD berinisial AS dengan pangkat Sersan Satu, asal kesatuan Batalyon Infanteri 125/Si’mbisa.

“Dengan adanya hasil penyelidikan Subdenpom Binjai nantinya, maka informasi yang simpang siur terkait meninggalnya oknum TNI dimaksud akan menjadi jelas.

Karenanya, kita harapkan rekan-rekan media bisa bersabar dan menunggu hasil penyelidikan selesai,” pungkas Kolonel Roy Sinaga.

 

Sumber : tribunnews.com

Loading...