Rektorat Bubarkan Diskusi ‘Cerpen LGBT’ Suara USU, Nyaris Terjadi Kericuhan

0
193
Mahasiswa dan perwakilan direktorat berdebat di luar ruangan Diskusi di Gedung Suara USU, Selasa (28/3/2019). TRIBUN MEDAN/M FADLI TARADIFA
Dijual Rumah

Buktipers.com – Medan (Sumut)

Puluhan mahasiswa USU memadati Gedung Suara USU, Selasa (26/3/2019) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kedatangan puluhan mahasiswa baik alumnus maupun yang masih aktif melaksanakan diskusi terkait cerita pendek (cerpen) yang berjudul “Ketika Semua Menolak Kehadiran Diriku di Dekatnya”.

Saat diskusi terkait pembahasan cerpen tersebut, pihak perwakilan direktorat USU tiba di lokasi (Gedung Suara USU).

Namun kedatangan perwakilan direktorat USU diprotes mahasiswa yang berada di luar gedung pertemuan.

Pasalnya pihak direktorat yang mendatangi lokasi pertemuan, ingin melakukan pembubaran diskusi yang sedang berlangsung di dalam gedung suara USU.

Namun aksi tersebut langsung dihadang oleh pihak mahasiswa, dan sempat terjadi kericuhan antara massa mahasiswa dan pihak rektorat.

Nyaris saja terjadi adu jotos saat salah seorang perwakilan direktorat ingin menghentikan aktifitas yang ada di kantor Suara USU karena tidak ada izin dari pihak rektor.

Terlebih Rektor USU Runtung Sitepu telah menarik SK pengurus media Suara USU yang lama dan menunggu pelantikan pengurus yang baru akan dibentuk.

“Untuk hari ini kalau bisa dikosongkan dulu setelah itu kalo ada diskusi silahkan. Karena sudah ada kesepakatan jangan ada kegiatan apa pun setelah ada SK itu. Perkara waktunya mepet dimana-mana setengah jam masih bisa di batalkan. Nah, kalo kemudian setelah bahwa ada misalnya perdebatan atau diskusi lebih lanjut silahkan, yang dimaksud pak rektor gedung ini dikosongkan dulu sampe kamis dan jangan ada kegiatan apa-apa. Dan kita tidak melarang diskusi, tidak ada melarang,” ucap pria yang menggunakan kacamata lensa bening tersebut.

Pernyataan sikap perwakilan direktorat tersebut pun mendapat balasan dari mahasiswa yang menghadang pembubaran diskusi yang sedang berlangsung.

“Yang meminta diskusi di sini bukan dari suara USU tapi dari Mahasiswa USU,” ujar Yael Stefany Sinaga.

Tidak sampai di situ, perwakilan rektorat pun kembali menyahuti pernyataan mahasiswa USU.

“Apabila diminta untuk ruangan yang lain pihak kampus akan memberikan ruangan yang lebih besar lagi asalkan jangan di gedung Suara USU yang sudah tidak diizinkan. Makanya kita bilang sama Suara USU untuk sementara ini kita tidak ada hubungan dengan luar daripada USU yang kita minta sama Suara USU, jangan dulu dibuat kegiatan itu pada sampai hari Kamis titik,” ujar pria berkemeja garis-garis berwarna abu-abu.

“Yang membatasi diskusi itu siapa, saya mau tanya. Diskusi itu bisa satu hari, bisa dua hari, bisa satu jam kenapa tidak,” ujar pria yang menggunakan kacamata lensa bening tersebut.

Aksi tersebut pun akhirnya meredam. Pihak Rektorat pun akhirnya meninggalkan lokasi diskusi di Gedung Suara USU.

Sumber : tribunnews.com