Ribuan Batang Kayu Belian Diduga Illegal Numpuk di Randau Jungkal, Pemiliknya Menghindar ?

0
404
Ribuan batang kayu Belian diduga illegal, numpuk di Randau Jungkal.
Dijual Rumah

Ketapang, buktipers.com – Ribuan batang kayu jenis belian/ulin, dengan ukuran 8 x 16cm  x  4m, menumpuk di sebuah pengkalan tepi sungai, di samping bangunan walet yang diduga  miliki Ujang Belang, di Desa Randau Jungkal, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalbar.

Berdasarkan keterangan dari seseorang pekerja buruh harian yang tidak mau menyebutkan namanya, Sabtu siang (29/2/2020), pukul 13.00 WIB, bahwa kayu jenis belian yang diduga illegal tersebut milik Ujang Belang, dan hal itu dibenarkan salah seorang warga masyarakat, penjual kayu yang berasal dari daerah Kenyabur, Kecamatan Ulu Sungai, Kabupaten Ketapang.

Saat ditaanya wartawan, “kayu ini berasal dari mana pak ?” Lalu dijawab warga, “Dari daerah Kenyabur Ulu Sungai”. Dan saat ditanya lagi, apakah kayu tersebut didapat dari hutan HPH atau IPK siapa ? Lalu dijawab “dari hutan sembarangan atau bebas kami jual siapa saja yang mau beli kami jual”.

Pantauan media ini, kayu jenis belian tersebut dijual ke Pontianak, Kayong Utara dan Ketapang, diangkut dengan menggunakan truk dan disertai dokumen yang diragukan keabsahannya. Hal itu diuilakukan, diduga supaya mulus dalam perjalanan ketempat tujuan.

Peredaran kayu tersebut di Kabupaten Ketapang yang diduga kuat illegal, bukan rahasia lagi. Aktivitas ini sudah bertahun – tahun beroperasi, pelaku illegal terindikasi jauh dari sentuhan hukum setempat.

Ketua Dewan pimpinan Daerah Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (DPD BAPAN) Propinsi Kalimantan Barat, Trisyanto, meminta agar Polda Kalbar menindak lanjuti dan nengusut hal tersebut.

Untuk mengcross cek kebenaran tersebut, wartawan juga coba mencari dan menghubungi malalui ponsel pemilik kayau itu, namun hingga berita ini diturunkan, pemilik kayu tersebut tidak bisa dihubungi dan terkesan menghindar dari wartawan.

(as)