Ribuan Handphone Selundupan Dihancurkan, Merk iPhone hingga Samsung

0
3
Pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) KPPBC Tanjungpinang dengan cara dibakar dan dilindas menggunakan alat berat, Selasa (14/6/2022). KOMPAS.com/ELHADIF PUTRA
Dijual Rumah

Kepri, buktipers.com – Ribuan unit handphone ilegal berbagai merk dimusnahkan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (15/6/2022).

Handphone berbagai merk mulai dari iPhone, Samsung sampai LG itu dimusnahkan dengan cara dibakar di lapangan pemusnahan DJBC Kepri.

Sebelum dibakar, ribuan unit handphone tersebut sudah lebih dulu direndam ke air laut oleh petugas.

“3.304 unit handphone yang kita musnahkan ini merupakan hasil penindakan selama periode tahun 2020-2022,” kata Kepala DJBC Khusus Kepri Akhmad Rofiq, melalui telepon, Rabu (15/6/2022).

Rofiq menjelaskan, ketentuan impor handphone pada dasarnya untuk badan hukum sudah jelas.

Importir juga harus memiliki penetapan sebagai Importir Terbatas (IT) dan Persetujuan Impor (PI) yang keduanya diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan.

Perizinan tersebut, kata dia, bahkan sudah mengatur standar teknis produk, sehingga terjaminnya hak-hak konsumen.

“Sehingga terhadap handphone bawaan penumpang, Bea Cukai telah memfasilitasi untuk Penggunaan di Indonesia dengan melayani pendaftaran IMEI di semua kantor Bea Cukai di Indonesia,” jelas Rofiq.

Rofiq menyebut, selain handphone pihaknya juga memusnahkan 499 karton makanan dan minuman ringan, 800 buah ban, 80 kaleng minuman ringan, dan 15 bungkus susu bubuk.

Kemudian, pemusnahan hasil penindakan oleh Bea Cukai Tanjung Balai Karimun selama periode 2021 sampai dengan 2022, berupa 2.313.172 batang rokok.

“Keseluruhan barang ilegal yang telah menjadi barang milik negara (BMN) itu, dimusnahkan dengan cara dibakar hingga tidak lagi dapat digunakan,” ujar Rofiq.

Rofiq menambahkan, barang- barang ilegal yang dimusnahkan tersebut diketahui senilai Rp 9.8 miliar dengan total potensi kerugian negara mencapai Rp 3.9 miliar.

Barang ilegal, kata dia, selain merugikan negara secara materil juga menimbulkan kerugian berupa tidak terpenuhinya pungutan negara.

Sehingga, nantinya akan menimbulkan dampak non-materil berupa terganggunya stabilitas pasar dalam negeri, dampak kesehatan, maupun dampak sosial, termasuk juga tidak terpenuhinya perlindungan terhadap masyarakat.

“Dengan begitu kami berharap pemusnahan ini dapat memberi efek jera kepada pelaku pelanggaran Kepabeanan dan Cukai, serta memperkuat sinergi antar instansi demi melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang ilegal,” ucap Rofiq.

 

Sumber : tribunnews.com