Ribuan Miras Dimusnahkan Kejari Kapuas Hulu

0
254
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas Hulu memusnahkan barang bukti (BB) ribuan minuman keras (Miras), Senin (4/3/2019), di halaman Kejaro, jalan DI Panjaitan, Putussibau Kota, Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar). (Foto/Bayu)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Kapuas Hulu (Kalbar)

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas Hulu memusnahkan barang bukti (BB) ribuan minuman keras (Miras), Senin (4/3/2019), di halaman Kejaro, jalan DI Panjaitan, Putussibau Kota, Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kapuas Hulu, Slamet Riyanto, mengatakan, miras yang dimusnahkan tersebut, antara lain, 1584 botol minuman beralkohol 40 % merk Benson, dan 720 minuman beralkohol 4,6 % merk Kingway.

Dijelaskan Kajari, miras tersebut merupakan penindakan yang dilakukan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai dan Cukai Nanga Badau, pada tanggal 2 Mei 2018, pukul 10.00 WIB, lalu, terhadap Juli Toni alias Ajo.

Sambungnya, setelah melakukan penindakan kepada pelaku, kemudian penyidik Bea dan Cukai Nanga Badau, melimpahkan berkas perkaranya ke Kejari, yaitu pada bidang pidana khusus. Kemudian JPU melimpahkan berkas perkara cukai tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Putussibau.

”Setelah melakukan pemeriksaan di persidangan baik terhadap saksi – saksi, ahli dan terdakwa, kemudian Hakim Pengadilan Negeri Putussibau yang menyidangkan perkara, “ujar Slamet.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas Hulu memusnahkan barang bukti (BB) ribuan minuman keras (Miras), Senin (4/3/2019), di halaman Kejaro, jalan DI Panjaitan, Putussibau Kota, Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar).

Selain itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Kapuas, Hulu Ricky Rionart Panggabean, menerangkan, dari hasil persidangan di PN Putussibau yang menyidangkan perkara, terdakwa  Juli Toni alias Ajo dengan amar putusan, yaitu, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ”menjual atau menyediakan untuk dijual barang yang kena cukai tanpa dilengkapi dengan pita cukai atau tanda pelunasan cukai lainnya, “ujar Ricky.

Selanjutnya terdakwa dipidana penjara selama 1 tahun dan denda sebanyak 3 kali lipat dari cukai yang tidak dibayar sebesar Rp.121. 556.160. Dengan ketentuan, apabila tidak dibayar, diganti dengan kurungan selama 2 bulan, tambahnya.

Masih kata Ricky, satu unit kendaraan roda empat jenis Kijang Innova warna hitam, dikembalikan ke terdakwa dan membebani terdakwa membayar biaya perkara sebesar tiga ribu rupiah.

Terkait pemusnahan barang bukti tersebut, lanjutnya,  dilakukan dengan cara membuka tutup botol miras Kingway dan Benson. Kemudian dituangkan didalam lubang yang sudah digali  sebelumnya.

Turut hadir dalam pemusnahan barang bukti tersebut,   Wakil Ketua PN Putussibau, Douglas Napitupulu, perwakilan dari penyidik Bea Cukai Nanga Badau, Jufri Sanusi yang merupakan kepala seksi penindakan dan penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Nanga Badau.

(Bayu)