Ribuan Warga Tebing Tinggi Nobar Film G 30 S PKI

0
790
IMG-20170926-WA0001

BuktiPers.Com – Tebing Tinggi (Sumut)

Ribuan warga masyarakat Tebing Tinggi tumpah ruah nobar G 30 S di Lapangan Merdeka, Senin (25/9/2027) malam yang dihadiri Walikota Tebing Tinggi H. Umar Zunaidi Hasibuan bersama unsur FKPD Kajari, Dandim 0204 DS, Wakapolres, dan para pimpinan OPD dan tokoh pelaku sejarah H. Burhanuddin Harahap serta para pimpinan ormas dan Pelajar.

Nonton Bareng (Nobar) yang diselenggarakan Kodim 0204-DS, Danramil 13 Tebing Tinggi bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tebing Tinggi menyiapkan dua layar lebar yang disiapkan Koramil 13 dan Dinas Pendidikan Tebing Tinggi memperoleh sambutan meriah dari masyarakat Tebing Tinggi.

H. Burhanuddin Harahap, salah seorang tokoh pelaku sejarah dan angkatan 66 Tebing Tinggi mengisahkan apa yang kita tonton ini adalah bagian sejarah yang tidak boleh dilupakan.

Apa yang disuguhkan dalam film ini hanya baru 30 persen saja kekejaman yang diperbuat PKI terhadap kita khususnya TNI dan para tokoh agama yang menentang PKI, kekejaman itu tidak saja terjadi di Ibu Kota RI Jakarta tetapi juga sampai ke daerah-daerah, ada peristiwa Kampung Kolam di Medan, Pembunuhan Letnan Sujono di Kebun Bandar Betsy Kabupaten Simalungun, ujarnya.

Di Tebing Tinggi sendiri menurut H. Burhanuddin Harahap, antek-antek belum sempat bergerak karena keburu diketahui oleh kelompok Pemuda yang tergabung dalam Komando Aksi, gabungan beberapa ormas saat itu, dan saya sendiri masuk daftar yang akan dicungkil matanya, kata H. Burhanuddin.

Selama berlangsung pemutaran film G 30 S terutama pada adegan penembakan dan penyiksaan beberapa Jenderal sempat mengundang keharuan penonton, dan bahkan tidak sedikit yang menetes air mata terutama anak-anak perempuan di kalangan pelajar dan ditandai dengan berulang kali menyeka matanya.

Salah seorang penonton Agus dan Lika pelajar kelas III SMP mengatakan kejam sekali PKI itu, mereka belum pernah menonton film ini, selama ini mereka hanya tahu dari buku-buku saja dan ceritanyapun sudah singkat-singkat saja, tidak seditail di film ini.

“Ini sejarah pak dan layak ditonton generasi muda, jujur saja jika melihat film ini jadi geram kali kita lihatnya pak, tidak berprikemanusian, memang PKI itu bukan insan Pancasila,” umpatan mereka. (Hormianna/Red)