Beranda Nasional Rikki Simanjuntak Asal Balige Ikut Jadi Korban KKB Papua, Ini Harapan Ayahnya...

Rikki Simanjuntak Asal Balige Ikut Jadi Korban KKB Papua, Ini Harapan Ayahnya pada Pak Jokowi dan Luhut Panjaitan  

64
0
Edison Simanjuntak (69) ayah Rikki Simanjuntak alias Rikardo salah satu korban keganasan KKB Papua.(foto/stg/net)
Loading...

Buktipers.com-Balige (Sumut)

Pria berusia 69 tahun itu, duduk sedih termenung di kursi plastik memikirkan nasib anaknya yang jauh dirantau mencari nafkah. Dia adalah Edison Simanjuntak, setiap hari tak lagi tidur nyenyak setelah mendapat kabar bahwa anaknya Rikki Simanjuntak alias Rikardo, ikut jadi korban keganasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Disambangi Buktipers.com di kediamannya, Jumat (7/12/2018) di Sosor Dolok, Kelurahan Napitupulu Bagasan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Edison Simanjuntak menceritakan, anaknya Rikki sudah bekerja setengah tahun di PT.Istaka Karya mengerjakan proyek jembatan Trans Papua.

Edison Simanjuntak didampingi anak ketiganya Aldo Simanjuntak melanjutkan ceritanya, terakhir berkomunikasi dengan putranya (Rikki) hari Rabu, tanggal 28 Nopember 2018 lalu.

Baca Juga!  Selain Pudan, Ternyata Ibu Guru SD Ini Ikut jadi Korban, M.Sianturi: Saya Hampir Terlindas Alat Berat  

Setelah itu, sampai saat ini mereka belum juga mendapatkan informasi dari pemerintah pusat, baik Pemkab Tobasa mengenai keberadaan Rikki di Papua.

“Sampai saat ini kami hanya berkomunikasi dan mencari informasi dari orang-orang terdekat, keluarga dan sanak saudara,” timpal Aldo.

Lanjut Edison, beberapa waktu lalu setelah Rikki bekerja di tempat tersebut, memang pernah diberhentikan penduduk dan diminta untuk pulang. Namun, tidak diketahui pasti dari pihak mana yang meminta mereka untuk pulang dari tempat itu.

Pada Rabu 28 Nopember, Rikki berkomuikasi dengan anaknya melalui sambungan telepon dan meminta agar ayahnya memperbaiki telepon genggamnya agar bisa berkomunikasi lebih baik.

Lalu, setelah itu, menurut informasi yang didapat ayahnya, anaknya Rikki dan korban lainnya diminta lagi untuk kembali ke lokasi pada 1 Desember 2018 dan bekerja. Padahal, pada akhir pekan biasanya mereka tidak bekerja.

Baca Juga!  SOKSI Madina Ingatkan Semua Pihak Jangan Perkeruh Situasi

“Ternyata pada tanggal 1 Desember saya tidak jadi ditelepon dan seharusnya tidak bekerja pada akhir pekan,” tambahnya.

Namun, pada tanggal yang sama mereka mendapat kabar dari Wamena kalau anaknya ikut menjadi korban kelompok bersenjata di Papua.

Kabar terakhir, sempat disebut nama anaknya ikut meninggal dan tertulis pada nomor 23 di daftar-daftar yang meninggal hingga membuatnya kebingungan.

Karenanya, dengan kondisi apa pun ayahnya itu berharap anaknya rikki dapat dievakuasi dari lokasi kejadian.

“Mohon kepada Bapak Presiden RI Jokowi, atau pun bapak Luhut,saya orang Batak yang susah. Sesudah datang berita ini, tensi saya pun sudah menurun. Makan pun tidak bisa, mohon kepada Bapak Luhut, bantu saya,” katanya dengan nada lirih.(stg)

Baca Juga!  Rudi Agan Aktifis Cianjur" Di Era Tahun Politik Pohon Kelapa Juga Berbuah Bendera Parpol

 

Editor : Maris

Loading...