Beranda Sumut Ritual Adat Ulaon Manganjab sudah Ritual Setiap Tahunnya

Ritual Adat Ulaon Manganjab sudah Ritual Setiap Tahunnya

144
0
Masyarakat Nagori Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, menggelar ritual adat ulaon manganja, Sabtu (18/5/2019), lalu. (Foto/Stg)

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Ritual adat ulaon manganjab sudah menjadi ritunitas setiap tahunnya yang dirayakan masyarakat Nagori Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (18/5/2019), lalu.

Masyarakat Desa Sihaporas, berupaya mempertahankan dan melestarikan adat zaman dahulu.

Karena di masa dulu, bentuk penyembahan yang dilakukan masyrakat melalui ritual adat Batak yang sangat beragam.

Salah satu yang masih tetap dijalankan mereka, adalah ritual meminta kesuburan dan keberkahan hasil bumi, sekaligus tolak bala yang biasa disebut masyarakat Sihoporas ‘manganjab’.

Tradisi manganjab yang dilakukan masyarakat desa Sihaporas  yang tergabung dalam Lembaga Adat Masyarakat Turunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) sudah sejak dalu dilaksanakan, bahkan semenjak abad ke 18.

Baca Juga!  Pemecatan Fatimah Berpotensi Timbulkan Masalah Hukum Baru, Begini Isi Surat Menpan Terbaru

Salah satu masyarakat Sihaporas, Oppung Moris Ambarita, sebagai Wakil Ketua Lamtoras, mengatakan, “kalau kita lihat zaman sekarang sudah banyak yang berubah. Belum lagi teknologi yang semakin canggih dan peradaban manusia yang semakin modern, bukan menjadi alasan kita melupakan sejarah dari nenek moyang.

Ritual manganjab mungkin sudah sangat asing bagi generasi penerus kita, apalagi anak muda zaman sekarang, sudah tak tau lagi itu, tapi kalau kami keturunan Pomparan Ompu Mamontang Laut Ambarita yang tinggal di Sihaporas, yang tergabung  (Lamtoras) tetap menjalankan tradisi ini, agar ritual manganjab ini tidak dilupakan oleh anak-anak kami di kemudian hari nantinya,”jelasnya.

Oppung Moris Ambarita juga mengatakan, pelaksanaan ritual manganjab ini masih terus kita pertahankan di desa ini.

Baca Juga!  Warga Parapat ‘Paksa’ Kontainer Pengangkut Pakan Ikan Nila PT Aquafarm Nusantara Putar Arah

Tujuanya supaya kesuburan tanaman dan bersahabat dengan alam. Artinya, penyakit tanaman-tanaman kita tidak ada dan sehat-sehat serta hasilnya melimpah dan masyarakat Sihaporas tetap bersatu, saling menolong, hidup dalam hati yang bersih, rukun dan damai, katanya.

Dia juga mengatakan, sejumlah daerah seperti Toba Samosir, Humbahas, Tapanuli Utara, bahkan sejumlah provinsi, ada perlindungan bagi masyarakat adat. Tapi sayangnya, di daerah kami ini belum di kui. Kami juga berkinginan agar lembaga adat kami diakui di Simalungun, harap Ambarita.

(Stg)

Loading...