Rombongan Rider Asal Sulawesi Tenggara Ramaikan Festival Danau Toba 2019

0
276
Rombongan rider asal Sulawesi Tenggara saat foto bersama Kepala Bidang Kepurbakalaan, Drs Unggul Sitanggang dan Owner IAN Ulos, Tarida Tobing.
Dijual Rumah

Simalungun, buktipers.com – Komunitas rider asal Kabupaten Palu, Provinsi Sulawesi Tenggara, menyambangi Festival Danau Toba (FDT) 2019, di Open Stage Pagoda, Kelurahan Tiga Raja Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (9/12/2019).

Rombongan Riders NMAX  sebanyak 12 orang tersebut,  melakukan perjalanan selama14 hari, start dari Sulawesi Tenggara, hingga tiba di Parapat.

Touring mereka ke Parapat, bersamaan dengan pelaksanaan FDT 2019 dan bagi mereka, menjadi pengalaman tersendiri saat bisa menghadiri pelaksanaan FDT 2019 tersebut.

Koordinator touring riders, Suhardi, mengaku mendapatkan pelayanan yang baik, selama berada di Danau Toba.

Komunitasnya telah menempuh perjalanan sejauh 3904 kilometer, mulai dari titik nol hingga tiba di Danau Toba. Bagi mereka, perjalanan touring ke Danau Toba, merupakan yang pertama kalinya mereka lakukan, katanya.

“Jujur, kami sangat terkesan dengan keindahan dan keramah tamahan masyarakat Toba. Terlebih sepanjang jalan saat mulai terlihat Danau Tobanya, keindahannya mengagumkan. Kami berterimakasih kepada panitia FDT dan sahabat kami IAN Ulos yang telah menjamu kami selama di Parapat,” ujar Suherman.

Dia berharap, bisa kembali melakukan touring ke Danau Toba dan menyeberang ke Samosir. “Sayangnya, kali ini belum sempat menyeberang, semoga lain kali bisa menikmati keindahan Samosir juga,” imbuhnya.

“Untuk menjadi destinasi wisata internasional, perlu dilakukan pembenahan besar-besaran di sektor akomodasi dan transportasi umum, agar wisatawan nyaman berkunjung ke sana. Alangkah sayangnya, potensi wisata mendunia ini masih belum terurus dengan baik, walau sudah ada badan otorita tersendiri yang mengelola Danau Toba. Koordinasi menjadi kata kunci suksesnya penataan kawasan Danau Toba menjadi destinasi wisata yang go internasional,”ungkapnya lagi.

Owner IAN Ulos, Tarida Tobing ,selaku  rekan kerja panitia FDT, mengaku kehadiran Komunitas Riders Palu ini, di Danau Toba, merupakan keberuntungan bagi promosi wisata Danau Toba.

“Mereka selalu touring ke seluruh Indonesia, khusus perjalanan pulang nanti, mereka telah kita berikan ulos, kaos dan stola berbahan ulos. Itu akan mereka pakai sepanjang perjalanan dan mereka akan bantu promosikan Danau Toba, di perjalanan mereka selanjutnya,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Bidang Kepurbakalaan, Drs Unggul Sitanggang yang menjabat sebagai Badan Pengelola Geopark Kaldrea Toba (BPGKT),menyampaikan terimakasih atas kehadiran komunitas bikers tersebut.

“Secara tidak langsung mereka akan menjadi duta wisata Danau Toba. Kita harapkan, lewat perjalanan mereka selanjutnya akan semakin terpromosikan Parapat dan Danau Toba ke komunitas – komunitas  bikers lainnya di Indonesia,” pungkas Unggul.

Luruh Tiga Raja, Risdonny Darma Silalahi, juga mengucapkan terimakasih kepada rombongan rider asal Palu yang turut meramaikan Festival Danau Toba 2019.

“Kami selaku pemerintah Kelurahan Tiga Raja, mengucapkan terimakasih atas kedatangan rombongan dan semoga dengan kehadiran para raider ini, dapat mempromosikan Danau Toba ke berbagai manca Negara, khususnya ke daerah Palu dan semoga masyarakat Palu lainnya, mau berkunjung ke Danau Toba di tahun 2020 nanti,”harapnya.

(Stg)