RSU FL Tobing dan PPNI Sibolga Angkat Bicara Terkait Pasien Meninggal Setelah Disuntik Perawat

0
179
Elvino Kusuma Harahap. (Foto/Job Purba)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Sibolga (Sumut)

Direktur RSU Dr FL Tobing Sibolga, Donna Pandiangan, melalui juru bicaranya, Elvino Kusuma Harahap mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti, apa penyebab meninggalnya Gisen Pasaribu dan masih mendalaminya serta melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pastinya.

“Kita masih belum mengetahui secara pasti, tapi kami akan menindaklanjuti ini,” terang Elvino kepada wartawan, di RSU Sibolga, Senin (24/6/2019), lalu.

Elvino menjelaskan, sebelumnya Gisen masuk ke RSU Sibolga, pada Kamis (20/6/2019) lalu untuk operasi hernia.

“Kita masih memeriksa apa penyebabnya, pastinya Gisen Pasaribu masuk ke ruangan, setelah itu diberi obat sesuai dengan SOP-nya,” kata Elvino.

Terpisah, Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Sibolga, Sahat Hutajulu saat dikonfirmasi, pada Senin (24/6/2019) mengatakan, bahwa berita yang mengatakan salah seorang perawat yang menyuntikkan obat ke pasien tidak lah benar.

“Saya menyanggah, bahwa bukan seorang perawat yang melakukan penyuntikan terhadap pasien meninggal atas nama Gisen, melainkan organisasi yang lain,” ucapnya.

Dirinya menerangkan, bahwa berita yang viral ini jadi bahan ejekan kepada perawat. Karena berita sudah menyebar di kalangnan masyarakat dan dimana – mana.

“Pesan ini tetap saya sampaikan kepada anggota PPNI kota Sibolga. Karena terkadang banyak memang orang yang ahli, tetapi tidak punya wewenang melakukan hal tersebut. Jadi saya akan meluruskan berita yang sedang beredar ini, agar tidak mengarah kemana mana nantinya.” sebutnya.

Sambungnya, kalau memang benar tadi itu dia adalah seorang perawat. Maka DPD PPNI Kota Sibolga akan memberikan bantuan hukum kepada yang bersangkutan, tetapi setelah saya cros check dengan ketua DPK, bahwa yang bersangkutan bukanlah salah seorang perawat,” ungkapnya.

Dia menghimbau, setiap perawat yang berada di seluruh Indonesia, khususnya di kota Sibolga, bahwa kita bekerja harus sesuai dengan kewenangan.

 

(Job Purba)