Rumahnya Ambruk Tersapu Banjir, Warga Manunggang Julu Ini Mengaku Belum Dapat Bantuan

0
411
Dijual Rumah

Buktipers.com – Padangsidimpuan (Sumut)

Banjir yang menerpa Desa Manunggang Julu Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Kamis sore (25/10/2018) lalu, merobohkan sejumlah rumah warga di desa tersebut

Ironisnya hingga berita ini di turunkan kemeja redaksi, salah satu pemilik rumah yang hancur akibat banjir, Pembangunan Hasibuan (36) yang didampingi istrinya, Hotmaida Siregar (30) mengaku belum mendapatkan bantuan logistik dari pihak manapun,” kami hanya bisa pasrah karna tak bisa berbuat banyak, tuturnya ketika  ditemui awak media ini di lokasi puing-puing rumah mereka, Senin (28/10/2018).

“Untuk mendirikan rumah ukuran 6×4 ini kami harus rela menabung bertahun-tahun, namun rumah yang di bangun dari hasil jerih payah kami yang baru kami tempati dua bulan tetakhir sudah habis di sapu banjir, yang tersisa hanya sebuah rak piring,” ujar Hotmaida berurai air mata.

Hal senada juga dikatakan Pembangunan Hasibuan, ketika banjir datang Kamis kemarin sekira pukul 19.30 WIB, ianya langsung mengungsikan anak dan istrinya ke rumah mertuanya di Kelurahan Pijorkoling, setelah air mulai surut baru Ia ketahui bahwa rumahnya telah ambruk diterjang arus banjir.

“Kini saya beserta keluarga menumpang di rumah orangtua, seraya mencoba mengais barang-barang rumah tangga, barangkali masih ada yang tersisa seperti perlengkapan sekolah, agar kedua anak kami bisa sekolah seperti biasa,” ujarnya

Sementara Timbul P Simanungkalit, Anggota DPRD kota Padangsidimpuan dari Partai nasdem mengaku prihatin terhadap nasib para korban banjir yang rumah nya hancur namun luput dari perhatian pemerintah.

“Saya bangga atas bantuan dana ke Madina, Palu, Sigi dan Donggala, tapi janganlah Warga dan saudara kita disini terlupakan, siapa yang membantu mereka kalau bukan kita,” ujarnya

Menurutnya Pemko Padangsidimpuan harus mengambil inisiatif terhadap korban banjir tersebut, jangan cuma menonton dan memantau, berikanlah mereka bukti empati pemerintah terhadap warganya, mengingat ini tahun politik hendaknya nanti bila memberi bantuan, jangan di politisir menjadi komoditas politik, ini musibah dan duka kita bersama, tegasnya (ucok siregar)