Beranda Nasional RUU Penyadapan, Telepon Advokat-Klien Dilarang Disadap

RUU Penyadapan, Telepon Advokat-Klien Dilarang Disadap

139
0
Foto: Ilustrasi penyadapan telepon/Okezone

Buktipers.com – Jakarta

Dalam RUU Penyadapan, semua orang bisa disadap oleh aparat penegak hukum setelah memenuhi sejumlah syarat. Namun hal itu dikecualikan bagi percakapan advokat-klien dalam kasus yang sedang ditangani si advokat.

“Ketentuan mengenai penyadapan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini dikecualikan terhadap komunikasi yang dilakukan oleh advokat dengan kliennya,” demikian bunyi Pasal 36 RUU Penyadapan sebagaimana dikutip detikcom, Jumat (12/7/2019).

Dalam Penjelasan, dijelaskan yang dimaksud dengan ‘Advokat’ adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai advokat.

Lalu apa itu penyadapan? Dalam RUU itu dijelaskan yaitu Penyadapan adalah kegiatan:

  1. Mendengarkan;
  2. Merekam;
  3. Membelokkan;
  4. Menghambat;
  5. Mengubah;
  6. Menggandakan, dan/atau;
  7. Mencatat transmisi informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik untuk memperoleh informasi yang dilakukan secara rahasia dalam rangka penegakan hukum.
Baca Juga!  PWRI-B SAMOSIR MINTA BERAS RASTRA JANGAN SALAH SASARAN

“Pengaturan Penyadapan bertujuan mencegah penyimpangan pelaksanaan penyadapan dalam proses penegakan hukum; meningkatkan efektivitas pencegahan dan pemberantasan tindak pidana dalam rangka penegakan hukum yang berkeadilan; dan mengidentifikasi, menilai, menganalisis, menafsirkan, dan menyajikan informasi dan/atau dokumen elektronik sebagai alat bukti dalam penegakan hukum,” demikian bunyi Pasal 3.

 

Sumber : detik.com

Loading...