Beranda Nasional RUU Penyadapan, Telepon Advokat-Klien Dilarang Disadap

RUU Penyadapan, Telepon Advokat-Klien Dilarang Disadap

46
0
Foto: Ilustrasi penyadapan telepon/Okezone
Loading...

Buktipers.com – Jakarta

Dalam RUU Penyadapan, semua orang bisa disadap oleh aparat penegak hukum setelah memenuhi sejumlah syarat. Namun hal itu dikecualikan bagi percakapan advokat-klien dalam kasus yang sedang ditangani si advokat.

“Ketentuan mengenai penyadapan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini dikecualikan terhadap komunikasi yang dilakukan oleh advokat dengan kliennya,” demikian bunyi Pasal 36 RUU Penyadapan sebagaimana dikutip detikcom, Jumat (12/7/2019).

Dalam Penjelasan, dijelaskan yang dimaksud dengan ‘Advokat’ adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai advokat.

Lalu apa itu penyadapan? Dalam RUU itu dijelaskan yaitu Penyadapan adalah kegiatan:

  1. Mendengarkan;
  2. Merekam;
  3. Membelokkan;
  4. Menghambat;
  5. Mengubah;
  6. Menggandakan, dan/atau;
  7. Mencatat transmisi informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik untuk memperoleh informasi yang dilakukan secara rahasia dalam rangka penegakan hukum.
Baca Juga!  Anak Wakil Bupati Batanghari Dan Mantan Walikota Jambi Tertangkap Nyabu

“Pengaturan Penyadapan bertujuan mencegah penyimpangan pelaksanaan penyadapan dalam proses penegakan hukum; meningkatkan efektivitas pencegahan dan pemberantasan tindak pidana dalam rangka penegakan hukum yang berkeadilan; dan mengidentifikasi, menilai, menganalisis, menafsirkan, dan menyajikan informasi dan/atau dokumen elektronik sebagai alat bukti dalam penegakan hukum,” demikian bunyi Pasal 3.

 

Sumber : detik.com

Loading...