Saluran Irigasi Batang Ilung Jebol

0
1356
IMG-20171115-WA0026
Dijual Rumah

BuktiPers.Com – Paluta (Sumut)

Dasar Pintu Penguras II Saluran Induk Irigasi Batang Ilung yang berada di batas desa Pagaran Singkam dengan Hambiri, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara, jebol. Akibatnya, air tidak dapat dialirkan dengan sempurna sebagaimana mestinya.

F. Siregar, salah satu warga yang bekerja tidak jauh dari lokasi menceritakan, jebolnya dasar pintu penguras ini sejak hari Selasa (14/11/2017) kemarin.

Menurutnya, penyebab jebolnya adalah karena pintu penguras tersebut dibuka beberapa hari sebelumnya.

“Kabar yang saya dengar, pintu penguras dibuka karena ketinggian air di hilir sudah melebihi, sehingga seluruh pintu penguras sengaja dibuka,” tukasnya.

Kepala desa Pagaran Singkam, Parulian Harahap yang saat itu berada di lokasi mengungkapkan kekhawatirannya. Sebab, para petani di desanya sudah bersiap-siap untuk menanam padi karena jadwal pola tanam sudah ditentukan. “Takutnya akan gagal tanam,” sebutnya, Rabu (15/11/2017).

Tak hanya itu, ia mengaku, saat ini warga desanya sudah banyak yang mengeluh karena sudah dua kali musim tanam tidak bersawah sehingga persediaan beras sudah menipis.

Di tempat yang sama, Soleh Hasibuan, Kepala Unit Pelaksana Lapangan (UPL) daerah Irigasi Batang Ilung di Kabupaten Padang Lawas Utara memberikan tanggapannya terkait jebolnya pintu penguras ini.

“Untuk sementara akan kita lakukan penanggulangan darurat dulu. Menunggu diajukan anggaran dana 2018,” ujarnya.

Perihal jebolnya dasar pintu penguras irigasi ini, kata Soleh, sudah disampaikan pihaknya kepada PPK Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Utara.

Mendapatkan informasi jebolnya dasar pintu penguras tersebut, Wakil Ketua II DPRD Paluta, Basri Harahap, Camat Padang Bolak, Ali Ja’far Harahap dan Ketua KTNA Paluta Ginda Harahap langsung meninjau lokasi pintu penguras yang jebol.

“Karena air masih mengalir dari bawah pintu, kita khawatirkan dapat menggerus dasar pintu penguras. Jadi, untuk sementara pintu ini kita matikan total dengan campuran pasir dan semen,” ujar Basri.

Sementara itu, Ginda Harahap mengatakan, pada waktu rehab irigasi baru-baru ini, dirinya sempat melakukan protes kepada pihak rekanan agar memperhatikan dengan benar-benar apa saja yang mau direhab.

“Kesannya kemaren (saat dilakukan rehab) seperti ada kesengajaan penumpukan item pekerjaan di satu titik, sehingga mereka (rekanan) tidak fokus melihat kerusakan yang lain,” ujarnya.

Amatan wartawan saat melakukan tinjauan lapangan bersama Wakil Ketua II DPRD Paluta, Camat Padang Bolak, dan Ketua KTNA Paluta, di beberapa titik masih banyak saluran induk irigasi Batang Ilung yang perlu diperbaiki. (Ls/Red)