Satpol PP Kembali Bentrok dengan Pedagang Pasar Pekan Lelo

0
102
Satpol PP kembali bentrok dengan pedagang Pasar Pekan Lelo.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Sudah hampir satu bulan, para pedagang Pasar Pekan Lelo, Desa Firdaus, Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, berdagang dengan nyaman. Namun, Minggu (9/1/2022), kericuhan dan bentrok kembali terjadi dengan Satuan Anggota Satpol PP.

Bentrokan terjadi lantaran ratusan anggota petugas Satuan Satpol PP Sergai dengan bersamaan langsung memasuki halaman rumah pemilik lapak jualan Pasar Pekan Lelo yang telah terpasang tulisan KUHP 551 “Dilarang Masuk Tanpa Izin”, bagi yang tidak berkepentingan.

Namun, ratusan anggota Satuan Satpol PP tetap bersikeras memasuki halaman rumah milik lahan Pasar Pekan Lelo.

Lantaran si pemilik halaman lahan Pasar Pekan Lelo bersama warga dan pedagang menghalang, maka terjadilah aksi saling dorong.

Karena menang banyaknya jumlah anggota, Satuan Satpol PP dengan bringas menangkap satu persatu pedagang yang dianggap sebagai provokator, dan bahkan menantu si pemilik lahan tampak ditangkap oleh Satuan Anggota Satpol PP.

Para pedagang saat melakukan protes.

Dalam aksi tersebut ada sebanyak 5 orang diangkut paksa oleh anggota Satuan Satpol PP.

Bukan cukup disitu, anggota Satpol PP Sergai terus mengarah masuk ke lapak-lapak para pedagang dengan maksud memerintahkan kepada pedagang agar segera menutup dagangannya, sehingga bentrok terjadi antara pedagang dan Satpol PP.

Hal itu membuat salah seorang pedagang tampak luka robek di lehernya dan seorang bocah anak yatim, bernama Putri mengalami trauma saat terjadi bentrok antara Satuan Satpol PP dengan pedagang.

Yang mana pada saat bentrok terjadi, Putri lagi menemani neneknya berjualan dagangan dan kakinya terinjak saat itu.

Sebelum terjadinya bentrok, sebanyak satu truk anggota Satpol PP Sergai berkostum merah abu-abu mendatangi lokasi halaman rumah pemilik lahan, dengan memberi kertas selebaran agar para pedagang menutup dagangannya, namun ditolak para pedagang.

 

(ML.hrp)