Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Amankan “RLS” dan Barang Bukti 1 Kg Sabu

0
15
Petugas memperlihatkan barang bukti sabu.
Dijual Rumah

Labuhanbatu, buktipers.com – Satuan Narkoba Polres Labuhanbatu dibawah pimpinan AKP. Martualesi Sitepu SH, MH, berhasil menindak pelaku peredaran sabu dengan barang bukti 1 kg sabu-sabu.

Hal itu disampaikan Kapolres Labuhanbatu, Anhar Arlia Rangkuti, SIK, melalui Kasi Humas, Kompol Murniati SH, Selasa (22/03/2022).

Dijelaskan, pelaku dimankan berkat hasil informasi masyarakat yang memberitahukan adanya peredaran sabu, Sabtu (19/03/2022) lalu.

Menindak lanjuti informasi itu, Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP. Martualesi Sitepu, didampingi Kanit Idik I, Iptu Eko Sanjaya SH, bersama Tim Unit I, langsung turun ke lokasi yang diinformasikan.

Tiba di lokasi, tim melakukan pemeriksaan dan berhasil mengamankan seorang laki-laki yang mengaku berinisial RLS ( Riski Lesmana Siregar ) alias Riski (22), warga Kotapinang Labuhanbatu Selatan.

Dia ditangkap di depan rumah ibu angkatnya, di jalan Siringoringo, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu.

Dari hasil interogasi yang dilakukan tim, tersangka mengaku ada menyimpan sabu-sabu di belakang rumahnya yang dibungkus sweater putih yang hendak diantarkan ke penampungnya di Aek Kanopan.

Adanya pengakuan dari tersangka, tim langsung melakukan pengambilan dan diamankan.

Dan tersangka mengaku, barang haram itu adalah milik ibu angkatnya.

Untuk pengembangan selanjutnya, tim melakukannya selama dua hari ke wilayah Bagan Batu- Riau dan kota Medan, namun tidak berhasil.

Sementara  kepada tersangka masih tetap dilakukan pendalaman untuk mengungkap jaringannya, sebut Kompol Murniati.

Adapun barang bukti yang disita dari tersangka berupa, 1 (satu) bungkus sweater putih diduga berisi sabu-sabu dengan berat bruto 1.026 gram, 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Vixion warna abu-abu, 2 (dua) unit Handphone,  1 (satu) buah baju sweater, dan 1 (satu) buah tas jinjing warna kuning.

Kepada tersangka dipersangkakan melanggar pasal 114 ayat (2) sub 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

 

(Syafii Harahap)