Satreskrim Polres Labuhanbatu Ciduk 2 Pelaku Jambret dan Amankan Senpi

0
6
Foto kedua pelaku dan barang bukti yang diamankan Polisi.
Dijual Rumah

Labuhanbatu, buktipers.com – Sat Reskrim Polres Labuhanbatu berhasil meringkus dua orang pria dewasa, pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (jambret), pada Rabu (8/6/2022), lalu, di Jl. H. Adam Malik, Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu.

Kejadian berawal pada Rabu (08/06/2022) lalu, sekitar pukul 15:00 WIB, dimana kedua pelaku, inisial S (26) dan Y (28), sudah terlebih dahulu mengintai dan membuntuti korban dari belakang.

Pada saat di posisi jalan yang lenggang dan sunyi, para pelaku merampas tas korban, sehingga terjadi tarik-menarik antara korban dan pelaku.

Bahkan sampai tali tas korban putus dan tas korban berhasil diambil para pelaku. Tak terima tasnya dirampas, korban berusaha mengejar para pelaku dan mengakibatkan korban terjatuh dan luka – luka.

Kejadian ini sempat mendapat perhatian masyarakat dan beberapa masyarakat mengunggah kejadian tersebut di beberapa medsos dan group media serta berharap pihak Polres Labuhanbatu segera mengungkap pelakunya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Labuhanbatu, AKBP Anhar Arlia Rangkuti, langsung memerintahkan Kasat Reskrim, AKP Rusdi Marzuki untuk segera mengungkap peristiwa tersebut.

Kemudian pada hari yang sama atau tidak sampai 7 jam, sekitar pukul 21.30 WIB, Kanit Idik I, IPDA Sarwedi Manurung dan Team Tekab berhasil membekuk para pelaku.

Foto barang bukti senpi yang ikut diamankan Polisi.

Pada saat penangkapan para pelaku, petugas menemukan beberapa barang bukti yang berkaitan dengan kejadian di antaranya, 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Nmax, 1 (satu) Hp, 1 (satu) buah tas warna hitam.

Dan lebih mengejutkan lagi, petugas juga menemukan satu pucuk senjata api rakitan jenis revolper lengkap dengan amunisinya dan 2 (dua) bilah pisau.

Pelaku mengaku mendapat senjata api dan sajam tersebut dari seseorang dari Provinsi Lampung.

“Kami akan tetap melakukan pengembangan dan penyelidikan sumber senjata tersebut, dan saya perintahkan pak Kasat dan Kanit Pidum untuk mendalami, apakah para pelaku merupakan jaringan kejahatan antar provinsi,”ujar Kapolres.

Pada saat petugas memboyong para pelaku untuk pengembangan dan mencari barang bukti lainnya, kedua pelaku berusaha kabur dan melakukan perlawanan terhadap petugas, sehingga petugas terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dan terarah.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, para pelaku mengakui perbuatannya karena himpitan ekonomi dan kebutuhan hidup.

Para pelaku merupakan residivis. Pelaku atas inisial Y, sudah 4 (empat) kali divonis penjara, dengan masa hukuman variatif. Sedangkan tersangka S, sudah kedua kalinya berhadapan dengan hukum.

Pelaku inisial S selama ini berdomisili di Provinsi Lampung dan sudah satu bulan kembali ke Rantauprapat.

Terhadap kedua pelaku, kita jerat dengan persangkaan pencurian dengan kekerasan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 ayat (2) ke 2 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman selamanya 12 (dua belas) tahun penjara.

Terhadap kepemilikan senjata api dan sajam, para pelaku akan kita lakukan penyidikan terpisah dan lanjutan, sehingga terhadap para pelaku kita jerat dengan 2 perbuatan pidana sekaligus, tutup Kapolres.

 

(Syafii Harahap)