Satreskrim Polres Serdang Bedagai Ciduk 2 Begal

0
2
Kapolres Sergai, AKBP Ali Machfud didampingi Waka Polres Kompol Sofyan saat konferensi pers.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Satuan Reskrim Polres Serdang Bedagai (Sergai), berhasil mengungkap kasus begal dan meringkus 2 orang tersangka yakni, Gunawan alias Aweng (36) dan Lenny (39), keduanya warga Dusun 1, Desa Jambur Pulau, Kecamatan Perbaungan Kabupaten Sergai.

Sedangkan seorang lagi, Ade alias Riyan, masih dalam pengejaran (DPO), ungkap Kapolres Sergai, AKBP Dr Ali Machfud, SIK, M.IK didampingi Waka Polres, Kompol Sofyan, saat konferensi pers, Sabtu (12/3/2022) siang, tepatnya di halaman Kapolres Sergai.

Penangkapan kedua pelaku begal tersebut, menindaklanjuti Laporan Polisi (LP/B/67/I/2022/SPKT/POLRES SERGAI/POLDA SUMUT, tanggal 29 Januari 2022 tentang kasus pencurian dengan kekerasan atau begal dengan  tersangka dua orang dan satu orang lagi masih buron (DPO), terang Kapolres.

Dalam penangkapan kedua tersangka, polisi mengamankan barang bukti, 1 buah Handphone merek Oppo Reno 4 warna hitam dan 1 buah kotak handphone merek Oppo Reno 4.

AKBP Ali Machfud mengungkapkan, korban begal tersebut bernama Wulandari (21), karyawan PNM Mekar, Dusun II, Desa Mangga Dua, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Sergai.

Peristiwanya terjadi, pada hari Jumat, tanggal 28 Januari 2022 sekitar pukul 01.25 WIB.

Pada saat itu, korban pulang kerumah dari tempat kerja. Setibanya di kantor Pos Sei Rampah, korban diikuti mobil jenis Toyota Avanza di antara Jalan Desa Sei Rejo, lalu mobil yang diduga para tersangka mendahului korban.

Selanjutnya, saat berada di jalan rusak, di Dusun 3 Desa Sei Rejo, para tersangka berusaha menghentikan sepeda motor korban dengan memberikan mobil tersangka.

Lalu korban mengelak dan terjatuh masuk ke parit.

Kemudian 2 orang tersangka turun dan mendekati korban, lalu merampas sepeda motor milik korban.

Setelah berhasil merampas sepeda motor milik korban, para tersangka langsung melarikan diri dan meninggalkan korban.

Setelah mendapatkan laporan, personel Satreskrim, pada Kamis, 3 Februari 2022, sekitar pukul 23.00 WIB, Tim Opsnal yang dipimpin Kanit I, Iptu Maruli Sihombing, melakukan penyelidikan terhadap kasus pencurian dengan kekerasan atas satu unit sepeda motor merek Yamaha NMAX milik korban Wulandari.

Dari hasil penyelidikan, sambung Kapolres, bahwasannya pelaku begal terhadap korban Wulandari diketahui bernama Lenny yang pada saat itu mengontrak di Kota Tebing Tinggi, Kelurahan Bajenis.

Selanjutnya tim opsnal melakukan pengejaran terhadap lainnya yang pada saat itu berpindah tempat ke Perbaungan, tepatnya di Jalan Pertanian.

Dan setelah melakukan penyelidikan, rombongan tim opsnal mendapatkan informasi bahwa Lenny berada di rumahnya di Jalan Pertanian Dusun 1 Desa Jambur Pulau Kecamatan Perbaungan.

Tim opsnal dipimpin Maruli Sihombing melakukan penggerebekan di rumah Lenny dan dilakukan penggeledahan rumah, didampingi oleh Kepala Dusun setempat.

Petugas berhasil melakukan penangkapan terhadap Lenny yang saat itu sedang bersembunyi di rumahnya dan ditemukan satu unit HP merk Oppo Reno 4 yang disimpan di kamarnya.

Selanjutnya dilakukan interogasi awal, bahwa pelaku Lenny melakukan pencurian dengan kekerasan bersama dengan yang diketahui bernama Ade Ray yang berdomisili di Dolok Masihul dan Gunawan alias Naweng di Perbaungan.

Selanjutnya tim opsnal melakukan pengejaran terhadap Gunawan dan berhasil dilakukan penangkapan di salah satu warnet, di Dusun 1 Desa Jambur Pulau.

Lalu, pelaku Gunawan alias Naweng mengakui perbuatannya dan dilanjutkan pengejaran terhadap Ade Ray yang sampai saat ini belum ditemukan bersama 1 unit sepeda motor yamaha warna hitam Nopol BK 2575 XBF.

Modusnya pelaku begal ini, sengaja menabrakkan sepeda motor korban dan korban terjatuh, lalu pelaku begal mengambil sepeda motor dan diserahkan kepada Ade Ray ini untuk dinaikin dan dibawa kabur ke arah Tebing Tinggi dan meninggalkan korban di tempat kejadian.

Dan didalam bagasi sepeda motor tersebut ada 1 buah handphone merek Oppo Reno 4 warna hitam.

“Tersangka dijerat dengan pasal 365 ayat (1), (2) dari KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 9 – 12 tahun penjara,”pungkas Kapolres.

 

(ML.hrp)