Satreskrim Polres Tanah Karo Hadiahi Timah Panas Tujuh Pelaku Curanmor

0
244
Satreskrim Polres Tanah Karo, menggelar mengungkap belasan pelaku curanmor,di halaman Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Senin (1/4/2019). TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Dijual Rumah

Buktipers.com – Karo (Sumut)

Satreskrim Polres Tanah Karo, menggelar rilis terhadap 10 orang pelaku yang terlibat di dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

Dari seluruhnya, tujuh di antaranya diberikan hadiah timah panas di bagian kakinya.

Diketahui, dua dari sebelas orang yang ditangkap merupakan penadah.

Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Ras Maju Tarigan SH, mengungkapkan seluruh pelaku merupakan rangkuman dari empat laporan polisi yang telah diterima selama rentan bulan Maret.

Dirinya menyebutkan, hampir seluruh pelaku merupakan residivis atau sudah lebih dari satu kali melakukan tindakan serupa.

“Rata-rata sudah berulang kali melakukan tindakan dan menjalani hukuman dengan kasus yang sama. Para pelaku terpaksa kita lakukan tindakan tegas dan terukur,” ujar Ras Maju, di Lapangan apel Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Senin (1/4/2019).

Amatan www.tribun-medan.com, saat dibawa dari ruang tahanan, pelaku diriging secara berbasis banjar sambil memegang masing-masing bahu temannya. Pelaku yang kakinya tertembak, terlihat berjalan melompat sambil satu kakinya diangkat.

Ras Maju menjelaskan, seluruh pelaku tak hanya berasal dari Kabupaten Karo. Dikatakannya, beberapa pelaku berasal dari Kota Medan, bahkan hingga dari Kabupaten Simalungun. Namun begitu, lokasi melanggar hukum yang dilakukan para pelaku, merupakan wilayah hukum Polres Tanah Karo.

“Ada juga warga luar yang sengaja datang ke Karo untuk melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor. Semuanya orang ini melakukan aksinya untuk foya-foya, enggak ada yang seperti Robin Hood yang mencuri untuk membantu yang susah,” ucapnya.

Akibat perbuatannya, seluruh pelaku dijerat dengan pasal yang sama yaitu pasal 363 subsider 362 KUHP. Dengan ancaman hukuman, tujuh tahun penjara.

Dari para pelaku yang dipaparkan, ternyata terdapat dua orang yang merupakan saudara kandung. Keduanya adalah Ismail Karo Karo, dan Joni Boy Sastra Purba yang merupakan warga Medan.

Ras Maju menyebutkan, keduanya telah melakukan tujuh kali tindak pidana Curanmor. Dikatakannya, keduanya sudah beberapa bulan terakhir tinggal di sebuah rumah kos.

“Iya yang abang adik ini sudah enam bulan terakhir tinggal di Karo, pada saat melakukan aksinya mereka selalu memantau dulu korbannya,” ungkapnya.

Berdasarkan pengakuan para tersangka, dirinya menyebutkan kedua pelaku selalu melakukan aksinya secara bersama-sama. Namun, dirinya mengungkapkan masih terus melakukan pengembangan untuk mengetahui apakah ada pelaku lain yang juga ikut terlibat.

“Menurut pengakuan mereka, barang bukti selalu dijual ke daerah Medan, bahkan sampai Aceh. Tapi dari keterangannya, ada satu lagi orang Sidikalang, tapi masih kita dialami lagi,” pungkasnya.

Sumber : tribunnews.com