Satresnarkoba Polres Labuhanbatu Berhasil Menangkap Pengedar Sabu Desa Perlabian

0
96
Foto pelaku saat diapit petugas.
Dijual Rumah

Labuhanbatu, buktipers.com – Personil Satres Narkoba Polres Labuhanbatu berhasil menangkap seorang pengedar Narkotika jenis sabu – sabu, di Dusun Losari Barat, Desa Parlabian, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara, Rabu (15/7/2021).

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan, SIK, MH melalui Kasat Narkoba, AKP Martulesi Sitepu, SH, MH, Kamis (15/2021) menyampaikan, bahwa benar personil Satres Narkoba Polres Labuhanbatu telah melakukan penangkapan terhadap pengedar Narkotika jenis sabu – sabu inisial JS alias Jek (28), warga Dusun Losari Barat, Desa Parlabian, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Penangkapan terhadap tersangka ini dilakukan berkat adanya informasi dari masyarakat, bahwa dicurigai sering adanya transaksi sabu di Dusun Losari Barat.

Menurut Kasat, bahwa pelaku ditangkap pada saat menunggu pelanggan dan sedang mendampingi istrinya berjualan miesop di rumahnya,  di Dusun Losari Barat.

Saat dilakukan penangkapan petugas mendapatkan barang bukti yang disita dari tersangka 1 plastik klip berisi kristal diduga sabu berat 0.06 Gram netto, 4 bungkus plastik klip tembus pandang berisi kristal putih diduga sabu seberat 2.12 gram netto, 1 unit timbangan elektrik, 1 unit Handphone merk samsung warna putih, total sabu yang diamankan dari tersangka yaitu sebanyak 2,16 gram netto, jelas AKP Martulesi Sitepu.

Saat dilakukan pengembangan, tersangka JS alias Jek mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang.

Tersangka juga menerangkan sudah berjalan selama 3 bulan berjualan sabu dengan putaran 1 gram setiap harinya dan memperoleh keuntungan Rp. 200.000 hingga Rp.250.000 setiap gramnya.

Dimana tersangka mendapatkan sabu dengan cara menghubungi nomor handphone (HP) yang saat ini masih dilakukan pengembangan, namun Nomor HP yang diberikan tersangka tidak dapat lagi dihubungi sehingga saat ini masih dilakukan penyelidikan.

Tersangka dipersangkakan melanggar pasal 114 Sub 112 UU RI NO 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

 

(Syafii Harahap)