Sebuah Komentar Remehkan Kinerja Wartawan di Status Facebook Agus Ramdah, AJOI Lingga Minta Polres Lingga Turun Tangan

0
177
Foto ilustrasi. (Int)
Dijual Rumah

Lingga, buktipers.com – Postingan status di akun Facebook milik Ketua DPD Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Kepri, mendapat tanggapan serius dari salah seorang nitizen warga Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga dengan menayangkan komentar diduga cibiran penghinaan yang jelas ditujukan kepada para wartawan.

Pada Facebook milik Ketua DPD LAMI Kepri, Abdul Karim yang lebih dikenal dengan Agus Ramdah dituliskan “Assalamualaikum masyarakat Kepulauan Riau. Di Kabupaten lingga sudah ada SPBU .. Bongkar minyak di Pelabuhan mana tu.. ? Tok dapat informasi bongkar minyak di pelabuhan Dabo Singkep. Keren juga tu..,”tulisnya, Senin (29/11/2021), pukul 09.00 WIB.

Status itu ditanggapi salah seorang nitizen yang menuliskan “Tak gune banyak cakap lah…. Tak ade yang berani angkat beritenye…😡”.

Jelas pernyataan yang dituliskan tersebut bermakna cibiran dan menantang  wartawan/jurnalis. Dan jelas masuk dalam unsur katagori kalimat penghinaan terhadap profesi para insan pers khususnya di wilayah kerja Kabupaten Lingga, Kepri.

Facebook milik Ketua DPD LAMI Kepri, Abdul Karim yang lebih dikenal dengan Agus Ramdah.

Pantauan di lapangan, pemilik aqun Facebook yang menuliskan kalimat komentar cibiran penghinaan profesi tersebut berinisial MR, yang dalam kesehariannya sebagai tokoh masyarakat dan juga bekerja sebagai pengecer BBM.

Hal sebut juga dikatakan salah seorang Kabiro salah satu media yang tergabung dalam organisasi DPC Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) Kabupaten Lingga.

Mencerna makna setiap suku kata yang dibentuk menjadi sebuah kalimat bahasa Indonesia yang benar “TAK GUNA BANYAK CAKAPLAH… TAK ADA YANG BERANI ANGKAT BERITANYA”, pernyataan kalimat ini jelas dengan sengaja melakukan penghinaan terhadap profesi wartawan/jurnalis dan diduga sudah melakukan pelanggaran yang dijabarkan dalam UU ITE  sebagai berikut.

UU ITE 2008 telah menetapkan 8 pasal ketentuan pidana, namun UU ITE 2016 telah melakukan perubahan Pasal 45 dan penambahan Pasal 45 A dan 45 B yang kesemuanya berfungsi menjerat pelaku tindak pidana yang berkaitan dengan kejahatan Teknologi Informasi (Cyber Crime). Adapun satu diantaranya adalah Pasal 45 ayat (3) UUITE 2016 : “Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)”.

Foto komentar warga net.

Perubahan elemen dasar ketentuan Pasal 45 ayat (1) UU ITE 2008 menjadi Pasal 45 ayat (3) UU ITE 2016 terkait penghinaan/pencemaran nama baik adalah lamanya pemidanaan yang berkurang dari pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun menjadi 4 (empat) tahun sedangkan denda dari semula 1 miliar menjadi 750 juta. Adapun dampak berkurangnya ancaman pidana tersebut maka tersangka/terdakwa tidak dapat ditahan oleh penyidik, penuntut umum maupun hakim.

Untuk informasi dan pengetahuan bersama, sebelumnya permasalahan bongkar muat BBM milik pengusaha SPBU tersebut sudah dipertanyakan kepada pihak Syahbandar Kelas lll Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, pada saat itu dipimpin Horlen R Siahaan S.E.,M.AP.

Dia menyebutkan “Itu untuk kebutuhan masyarakat juga pak, dan kami pihak Syahbandar sudah juga menyurati pemilik SPBU untuk bertanggungjawab atas segala kemungkinan buruk terjadi seperti musibah kebakaran maupun tumpahan BBM. Selain mereka bertanggung jawab, mereka juga berkewajiban melengkapi semua peralatan antisipasi terjadinya kebakaran. Dan aktivitas yang dilakukan pihak SPBU itu sifatnya sementara menunggu pelabuhan miliknya siap”.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Syahbandar Kelas lll Dabo yang menjabat saat ini belum dapat dikonfirmasi terkait penggunaan pelabuhan umum Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga untuk bongkar BBM tersebut, dan termasuk juga intansi terkait Pemkab Lingga yang membidangi.

 

(R / DL)