Sedihnya Pangeran Thailand Terpisah dari Ibu, Sang Ayah Sibuk Bersama 20 Selir

0
6
Pangeran Thailand/ Foto: instagram @thairoyalfamily
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Meski bergelimang harta, kehidupan Pangeran Thailand nampaknya diselimuti rasa sepi, Bunda. Ia tinggal terpisah dari ibunya, sementara sang ayah sibuk dengan para selirnya.

Dikutip dari Daily Mail, menurut surat kabar Jerman, Bild, Pangeran Dipangkorn Rasmijoti (15) tinggal di sebuah vila dengan kolam renang dan pemandangan danau serta ditemani dua lusin pelayan.

Sementara itu, ayahnya, Raja Maha Vajiralongkorn (67) dikabarkan mengisolasi diri di hotel bintang empat Jerman dan ditemani oleh 20 selir.

Pangeran lahir pada tanggal 29 April 2005 dengan nama Dipangkorn Rasmijoti Sirivibulyarajakumar di Bangkok. Ibunya, Srirasmi Suwadee (48), adalah istri ketiga raja Thailand.

Dilansir South China Morning Post, Srirasmi Suwadee menikah dengan Putra Mahkota Vajiralongkorn pada 2001, kemudian bercerai pada 2014.

Ketika pangeran berusia 9 tahun, tujuh anggota keluarga ibunya dituduh melakukan pencemaran nama baik monarki, yang merupakan kejahatan di Thailand. Srirasmi dicopot dari semua gelar kerajaannya dan sekarang dikatakan hidup dalam pengasingan di luar Bangkok. Putri Srirasmi juga dilaporkan diusir dari kerajaan setelah bercerai dengan raja pada tahun 2014, tahun yang sama dengan tahun terakhir putranya melihatnya.

Lebih lanjut, Maha Vajiralongkorn yang juga dikenal sebagai Rama X dilaporkan tinggal 40 mil jauhnya dari sang putra. Dia diduga tinggal di Grand Hotel Sonnenbichl di Garmisch-Partenkirchen, sebuah resor ski di negara bagian Bavaria, Jerman selatan, tempat dia mengisolasi diri selama pandemi Corona dan diduga menikmati pesta pora dengan 20 selirnya.

Vajiralongkorn dan rombongannya dilaporkan telah memesan seluruh lantai empat di hotel tersebut yang mencakup ‘ruang kesenangan’ dan dihiasi dengan harta karun dan barang antik dari Thailand. Rama X juga disebut telah tinggal di Jerman sejak 2007.

Seorang mantan pegawai istana, yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa Pangeran Thailand mengidap autis yang menyebabkan raja malu.

“Dipangkorn autis. Itu pasti alasan mengapa dia pergi ke Jerman. Maha Vajiralongkorn malu dengan gangguan perkembangan putranya. Di Thailand dia juga disebut Mara, setara dengan Setan dalam Buddhisme,” ungkap sang pegawai.

Sebagai satu-satunya putra sah Raja dan juga pewaris takhta, Pangeran Dipangkorn telah disingkirkan dari mata publik. Dipangkorn sendiri bersekolah di Waldorf School di Wolfratshausen sejak 2011. Dia dikatakan berbicara dalam bahasa Jerman, dengan aksen Bavaria, lebih baik daripada dia berbahasa Thailand.

“Setelah raja wafat, Dipangkorn kemungkinan akan menjadi Rama XI. Tapi Sirindhorn, saudara perempuan raja, atau putrinya, Bajrakitiyabha akan memerintah,” kata Jurnalis hak asasi manusia, Andrew MacGregor Marshall.

 

Sumber : haibunda.com