Sekda Kapuas Hulu, Tempatkan Desa Menjadi Yang Terdepan Dalam Pembangunan

0
187
IMG-20171230-WA0004
Loading...

Buktipers.com-Kapuas Hulu (kalbar)

Untuk menjadikan penggunaan Dana Desa (DD) yang lebih efektif dan inovatif, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) provisi Kalbar dan kabupaten Kapuas Hulu menyelenggarakan Bursa Inovasi Desa (BID) tahun 2017. Kegiatan yang digelar di gedung Volley Indoor Putussibau, Jumat (29/12/2017)

Tampak hadir dalam kegiatan ini,Sekda Kapuas Hulu Ir. H. Muhammad Sukri, kepala DPMD Provinsi Kalbar Drs. Y. Alexander, M.Si, Kasdim 1206 Putussibau, Kabag ops Polres Kapuas Hulu,Kades se kapuas Hulu,serta tamu undangan lainnya

Dalam sambutannya Kepala DPMD Provinsi Kalbar Drs. Y. Alexander, M.Si menyampaikan, sejak digulirkan dari tahun 2015 hingga 2017 ini, setiap tahun jumlah DD mengalami kenaikan, hanya saja penggunaan DD masih terfokus pada infrastruktur.

“Sedikit saja yang mengarahkan ke pemberdayaan masyarakat. Maka melalui BID ini diharapkan mengurangi keterkaitan kita, atau setidaknya bisa mengubah porsi penggunaan anggaran dari fisik ke pemberdayaan dan dalam
pelaksanaan BID terakhir untuk seluruh kabupaten di Kalbar, yang diselenggarakan serentak di tiga kabupaten, diantaranya Ketapang, Kapuas Hulu dan kabupaten Mempawah” jelasnya

Baca Juga!  Disebut "Maling" Kontraktor Sebut Dinas PU Bina Marga Harus Tanggungjawab

Ia menambahkan, tahun 2018 mendatang, jumlah DD untuk Kapuas Hulu mengalami kenaikan sekitar Rp11.6 milyar, makanya Alex meminta kenaikan tersebut hendaknya menjadi pemicu dalam pembangunan desa yang lebih kreatif.

“Gerakan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan. BID ini menjadi sangat penting karena langsung adanya MoU dengan pihak ketiga, seperti BUMN, Bulog dan BUMDes. Dengan adanya BID kita akan melihat, tiga bursa yakni SDM kewirausahaan, produk unggulan dan infrastruktur bagaimana pemanfaatan SDA, paparnya.

Sekda Kapuas Hulu Ir. H. Muhammad Sukri ketika membuka kegiatan mengatakan, momentum BID yang mengangkat tema Desa Membangun Kapuas Hulu hendaknya dapat menjadi tonggak penggunaan DD yang lebih inovatif bagi desa itu sendiri dalam sambutan nya

Baca Juga!  Pangdam XII/Tpr Pimpin Penutupan Patroli Terkoordinasi Seri ke-2 Tahun 2018 di Perbatasan

Di katakan Sukri “Saat ini pemerintah telah menempatkan desa menjadi yang terdepan dalam pembangunan. Bila desa maju dan sejahtera, maka Indonesia juga akan maju dan sejahtera. Maka dialokasikan dana yang cukup besar, ujar Sukri.

Menurut Sekda, dengan adanya DD pusat, provinsi dan ADD kabupaten, maka APBDes setiap desa mendekati Rp1 milyar. Untuk itu, dalam pengelolaannya, perlu bersinergi, dengan melibatkan masyarakat, serta pelaksanaan hingga pertanggungjawabannya harus melalui Musdes.

“Penggunaan dana desa perlu pendampingan, agar program pembangunan lebih cepat sehingga menjadi desa maju, mandiri dan sejahtera dapat segera terealisasi, pinta Sekda.
Ditambahkan Sekda program inovasi desa bertujuan pula untuk mendorong serta memberi refrensi dan pemahaman dalam mengembangkan potensi lokal desa. Makanya sekda memandang kalau program inovasi desa sangat penting dalam membangun Kapuas Hulu.

Baca Juga!  Walikota Sambut Tim Penilaian TP PKK Pusat Dan Provinsi Sumut

Saya juga menghimbau agar desa bisa menduplikasikan setiap kegiatan SKPD dan pihak lainnya, untuk meningkatkan kualitas penggunaaan dana desa yang lebih inovatif dan peka terhadap kebutuhan masyarakat desa, saran Sekda
Sekda berharap agar BID ini bisa dimanfaatkan dengan sebaiknya oleh setiap desa, sehingga bisa membawa kemajuan desa khususnya dan kabupaten Kapuas Hulu pada umumnya.

Ditambahkan Nasarudin selaku Koordinator kabupaten pada DPMD kabupaten Kapuas Hulu, yang mengatakan, selama ini penggunaan DD cendrung di dominasi dengan kegiatan pembangunan infrastruktur.

Maka untuk menyusun rencana inovasi, Kemendes PDTT menginisiasi program inovasi desa (PID) untuk merencanakan revitalisasi desa serta mengembangkan ekonomi desa, kata Nasarudin.
Dijelaskan Nasarudin, BID merupakan sebuah forum inovasi, untuk menggerakan masyarakat desa serta menjembatani pemerintah untuk penyelesaian masalah pengembangan desa, dalam mengelola dana desa agar lebih inovatif. (Bayu)

Loading...