Beranda Sumut Sekdakab Ingatkan Masyarakat Sergai Tetap Waspada dengan Kondisi Iklim Tak Menentu

Sekdakab Ingatkan Masyarakat Sergai Tetap Waspada dengan Kondisi Iklim Tak Menentu

77
0
Kapolres Sergai, didampingi Sekdakab saat tinjau peralatan saat apel siaga bencana alam, di halaman Mapolres Sergai.

Sergai, buktipers.com – Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang SH M.Hum, memimpin apel kesiapan penanggulangan bencana alam, di halaman apel Polres Sergai, Rabu (15/01/2020).

Kegiatan itu, tTampak dihadiri  Sekdakab Sergai, H M Faisal Hasrimy AP, M.AP, Dandim 0204/DS, Letkol Kav Syamsul Arifin, SE, M, Tr, (Han), Instruktur Basarnas Medan, Pandawa, Kalak BPBD, Henry Suharto, SH, mewakili OPD dan Camat, Kades, pasukan penanggulangan bencana, Satpol PP dan unsur terkait lainnya.

Bupati Sergai, Soekirman, melalui Sekdakab, usai apel mengingatkan  seluruh masyarakat Tanah Bertuah Negeri Beradat agar selalu waspada, terutama dengan kondisi iklim yang tidak menentu, dan khususnya masyarakat yang bermukim di dataran rendah dan dekat dengan aliran sungai.

Baca Juga!  Pasca Libur Tahun Baru 2020, Bupati Sergai Sidak ke Sejumlah Dinas

Kami berharap, kesiapsiagaan menghadapi bencana alam haruslah dengan sungguh-sungguh dalam menanggulangi, jika terjadi bencana di wilayah Kabupaten Sergai, ujarnya.

“Kami juga mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi seluruh stakeholder terkait, yang telah bekerja keras dan bekerjasama sekaligus terlibat dalam penanggulangan/penanganan  bencana alam di daerah ini,”tambahnya.

Kapolres Sergai, AKBP Robinson dalam sambutannya mengatakan, tujuan dari pelaksanaan apel ini adalah untuk menyamakan persepsi dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam, di Kabupaten Sergai.

Sehingga apabila terjadi bencana, kita sudah mempersiapkan penanganannya sedini mungkin dari pelibatan personil penggelaran sarana dan prasarana, katanya.

“Terdapat tiga tahap hal-hal yang perlu diketahui, pertama prabencana, yaitu dalam situasi tidak terjadinya bencana dan dalam situasi terdapat potensi terjadinya bencana dengan cara melaksanakan kesiapsiagaan peringatan dini dan mitigasi bencana. Selanjutnya yang kedua, tanggap darurat yaitu penyelenggaraan penanggulangan bencana saat tanggap darurat meliputi pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan dan sumber daya, penentuan status keadaan darurat bencana, penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana.

Baca Juga!  Calon Sekdakab Sergai Tinggal 6, 1 Orang Mengundurkan Diri

Pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan terhadap kelompok rentan, pemulihan dengan secara prasarana dan sarana vital. Sedangkan yang ketiga pasca bencana yaitu penyelenggaraan penanggulangan bencana dengan cara melakukan rehabilitasi dan rekontruksi,”jelasnya.

Kategori bencana dan keadaan darurat bencana, yaitu peristiwa atau rangkaian yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam atau non alam serta faktor manusia yang mengakibatkan timbul korban jiwa, kerugian harta benda dan dampak psikologis serta kerusakan lingkungan yang memerlukan penanganan tindakan segera, ungkapnya lagi.

Penentuan status keadaan darurat bencana, dilaksanakan oleh pemerintah atau pemerintah daerah, sesuai dengan tingkatan bencana yang mana dalam keadaaan tertentu, Kepala BPBD  dapat melaksanakan penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Baca Juga!  Dampak Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Dibahas Saat Seminar Pembangunan Ekonomi

Dengan adanya apel kesiapan ini, saya mengharapkan bahwa kita benar-benar siap nantinya dalam antisipasi penanganan dampak dari bencana, katanya.

 

(ML.hrp/Rls)

Loading...