Sekretariat dan PPK Bukit Malintang Diduga Sunat Puluhan Juta Dana PPS

0
351
Ilustrasi. (Net)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Madina (Sumut)

Setelah pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019 selesai, tercium aroma ‘korupsi’ puluhan juata dana PPS yang diduga dimakan secretariat, bekerjasama dengan PPK Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Aroma tersebut berawal dari bimbingan teknis (Bimtek) jelang hari pencoblosan, 17 April 2019, lalu. Dimana dalam bimtek diwajibkan empat orang per TPS hadir, ditambah PPS.

PPK Bukit Malintang  hanya menyediakan makanan ringan yang ditaksasi berkisar dua ribu rupiah per kotak, ditambah uang tranportasi (uang minyak) Rp10.000 per KPPS.

PPK Bukit Malintang mengeluarkan dana Rp12.000 per KPPS.

Padahal, sepengetahuan awak media, KPPS seharusnya mendapat anggaran makan dan tranportasi sebesar Rp71.000 sampai Rp80.000 per KPPS.

Diduga  anggaran bimtek tersebut, dikorupsi  pihak PPK Bukit Malintang hampir Rp8 jutaan.

Belum lagi dana perekrutan KPPS yang seharusnya PPS menerima Rp2.678.000 per desa, namun dana ini juga dilahap pihak PPK dan sekretariat.

Dimana  Kecamatan Bukit Malintang mempunyai 11 desa di kali Rp2.678.000 sehingga totalnya Rp29.458.000 dana yang diindikasi dilahap.

Menanggapi dugaan penyelengan dana PPS dan KPPS itu, buktipers.com mengkonfirmasi ketua sekretariat PPK Bukit Malintang , berisial “J” via pesan singkat (WA), dan dijawab “datang aja langsung ke kator”.

Wartawan meminta ketua sekretariat menjawab melalui pesan saja, namun ketua sekretariat tetap menyuruh awak media datang ke kator.

Sementara itu, Ketua PPK Bukit Malintang,  M, juga mengajak wartawan ke kantor saat dikonfirmasi via seluler. “Datanglah  ke kantor, “jawab ketua PPK, berinisial M.

Diminta kepada ketua KPU Madina supaya memanggil ketua dan sekretariat PPK Bukit Malintang untuk mempertangung jawabkan dungaan penyelewengan anggaran itu.

(me)