Selama 2015-2016 Terjadi 493 Kali Bencana, Sumut Resiko Tertinggi

0
429
IMG-20171123-WA0021
Dijual Rumah

BuktiPers – Medan (Sumut)

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir HT Erry Nuradi MSi mengungkapkan, Sumut memiliki resiko tinggi untuk terpapar dan terkena bencana. Selama kurun waktu 2015-2016, telah terjadi bencana di Sumut sebanyak 493 kali, dimana sebagian besar adalah banji, situ 299 kejadian.

Hal itu disampaikannya saat membuka Jambore Kesiapsiagaan Bencana Provsu 2017, Rabu (22/11/2017) kemarin Di Raman Jubileum Sibolangit, Deliserdang. Acara tersebut dohadiri Sekretaris Umum BNBP Ir Dody Ruswandy, Ka. Basarnas, Ka BPBD provsu Raidil Akhir, Kadishub Provsu Antoni Siahaan, Bupati Labura, Wakil Walikota Medan, Wakil Bupati Samosir, Rektor Universitas Sari Mutiara, Ka BPBD Provinsi DKI Jakarta, Sumber dan Kabupaten Serang.

Dalam pujaan Jambore Kesiapsiagaan Bencana 2017, yang dimulai tanggal 21 hingga 23 November 2017 tersebut, Gubsu mengukuhkan pengiriman Disaster Resources Partnerships. “Kejadian banjir bencana alam tertinggi sebagian besar terjadi di wilayah topografi rendah Di pesisir Timur Sumut. Selain itu, cuacanya ekstrim dan musim hujan yg terjadi berkepanjangan menjadi penyebab bencana banjir pesisir timur hingga bencana longsor,” paper Gubsu.

Disamping kejadian banjir dan bencana longsor yang terjadi secara periodik. Gubsu juga mengungkapkan, bencana alam lainnya yang masih terus memerlukan perhatian kita bersama ialah erupsi Gunung Sinabung yang sampai saat ini masih terjadi.

Kepala BNBP Provsu, Raidil Akhir mengatakan, Jambore Kesiapsiagaan Bencana Provsu 2017, merupakan ajang silaturahmi bagi Pemprov, Pemkab, Pemko, juga stakeholder kebencanaan dan sebagai wadah untuk berlatih bersama meningkatkan kapasitas dan berbagi pengalaman serta ajang kemampuan.

Tambah Raidil, peserta Jambore berjumlah 28 BPND Kabupaten/Kota berjumlah 517 yang terdiri dari 58 orang utusan 6 OPD Provsu, 142 orang utusan NGO Pemerhati Kebencanaan dan Kepanitiaan 70 orang, Satgas BPBD Provsu 100 orang. “Total dari semua peserta 1000 orang,” ungkap Raidil Akhir. (Fjl/Red)