Selama Operasi Antik Toba 2020, Polres Sergai Amankan 8 Orang Pengedar dan 6 Pemakai Narkoba

0
221
Kapolres Sergai, AKBP R Simatupang, SH, M.Hum, paparkan barang bukti dalam konferensi pers, Ops Antik Toba, di halaman Mapolres.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Kapolres Sergai, AKBP R Simatupang SH, M.Hum, pimpin konferensi pers Operasi Antik Toba Tahun 2020, di halaman Mapolres setempat, Rabu (5/2/2020), lalu, sekitar pukul 17.15 WIB.

Tampak hadir, Waka Polres, Kompol Gunawan Hery Sudarto,S.Sos, MH, Kabag Ops, Kompol Sofyan,SH, Kasat Narkoba, AKP Martualesi Sitepu, Ps. Kasubbag Humas, IPDA Zulfan Ahmadi, Kaur Bin Ops Narkoba, IPTU Defta Sitepu, Kanit 1 dan Kanit 2 Res Narkoba.

Dijelaskan Kapolres, terdapat 12 kasus dengan 14 orang tersangka, yaitu 12 diantaranya laki-laki dan 2 orang lagi perempuan.

Adapun barang bukti, berupa sabu seberat 534,66 gram, ganja seberat 4,28 gram, pil extasy  seberat 0,2 gram dan uang sebesar Rp.457.000.

Dari para tersangka tersebut, 8 orang sebagai pengedar dan 6 orang dinyatakan sebagai pemakai.

Kemudian dengan tindakan tegas terukur, 2 orang, yakni, Martin Ginting (39), warga Pondok Agung, Kelurahan Melati Kebun, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai, dengan barang bukti sabu seberat 468,5 gram dan Wima Nutria Alias Botak (28), warga Dusun IX Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, dengan barang bukti sabu seberat 51,05 gram.

Berikut identitas kedelapan orang sebagai pengedar, M. Lutfi (52), Nanang (42), Ahmad Sumardi (47), Misgian Syahri (39), Veri Pramana (31), Martin Ginting (39), M.Iqbal (25), dan Wima Nutria (28).

Pemakai 6 orang, Yusri (39), Suheri (29), Ika Unari (37), Saddiah (31), Syahrial Hsb (42), dan Hendrik Pramana (30).

Pengedar ganja melanggar Pasal 114 (1) SUB PSL 111 UU RI No.35 Tahun 2009, ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 Tahun dan denda paling sedikit Rp.1 Milyar, dan paling banyak Rp.10 Milyar.

Sedangkan pengedar sabu, melanggar Pasal 114 (2) Sub Psl 112 UU RI No. 35 Tahun 2009, ancaman hukuman penjara paling singkat 7 Tahun dan paling lama 20 Tahun, dan denda paling sedikit Rp.1 Milyar dan paling banyak Rp.10 Milyar.

Untuk pemakai melanggar pasal 112 (1) Sub Pasal 127 UU RI No. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun, paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp.800.000.000 dan paling banyak Rp. 8 Milyar, ucap Kapolres.

 

(ML.hrp)