Beranda Sumut Sempat Dihalangi Warga, Jalan Menuju Kaldera Toba Kembali Dilanjutkan

Sempat Dihalangi Warga, Jalan Menuju Kaldera Toba Kembali Dilanjutkan

99
0
Dua unit alat berat jenis ekskavator tampak diturunkan untuk membuka kembali jalan menuju Kaldera Toba, Senin (16/9/2019).

Toba Samosir, buktipers.com – Pihak Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), kembali melanjutkan pembukaan jalan, menuju The Kaldera Toba Nomadic Escape, di Desa Silengan-lengan, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara, yang sempat dihentikan selama dua hari lamanya, karena dihalangi warga.

Pembukaan jalan itu terlaksana, setelah pihak Muspida Kabupaten Tobasa, bersama BPODT, melakukan pertemuan dengan masyarakat Sigapiton atau Raja Paropat Sigapiton, Minggu (15/9/2019), lalu.

Mediasi tersebut, dihadiri langusung oleh Bupati Tobasa, Ir Darwin Siagian, Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo SIK, Direktur BPODT, Arie Prasetyo, Bius Raja Paropat Sigapiton, Camat Ajibata Tigor Sirait, Camat Lumban Julu, Alfaret Manurung, Kapolsek Lumban Julu, AKP Komando Tarigan, dan Danramil 12 Lumban Julu, Lettu inf Sati Husaini.

Berikut poin-poin hasil kesepakatan mediasi dari pihak BPODT, dengan perwakilan Bius Paropat Sigapiton, terkait pengembangan BPODT Sibisa Kecamatan Ajibata :

1.Bahwa kami masyarakat Bius Paropat Desa Sigapiton setuju mendukung pembangunan jalan sepanjang 1900 meter dan lebar 18 meter, di lokasi tahap I, di dalam areal 279 Ha akan dianjutkan mulai besok Senin, tanggal 16 September 2019.

Baca Juga!  TPL Hormati Hak - hak Masyarakat Adat dan Dorong Program Kemitraan
Suasana pembukaan jalan menuju Kaldera Toba, Senin (16/9/2019).

2.Mengenai tuntutan masyarakat Bius Paropat Desa Sigapiton, terkait pengembalian tanah adat, di atas lahan zona otorita akan ditempuh melalui proses /mekanisme hukum yang berlaku.

3.Mengenai pembangunan yang akan diaksanakan di atas lahan zona otorita Danau Toba tidak akan mengakibatkan dampak bencana alam, atau kerusakan lingkungan dan sosial budaya, di Desa Sigepiton.

4.Bahwa BPODT menjamin kelestarian sumber mata air masyarakat Desa Sigapiton (area bawah di pinggir Danau Toba).

5.Bahwa pembangunan yang akan dilaksakan BPODT tidak akan menggusur masyarakat yang bermukim, di Desa Sigapton (area bawah di pinggir Danau Toba).

6.Bahwa BPODT sepakat akan memberdayakan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan, di lahan zona otorita Danau Toba, sesuai kompetensi.

Baca Juga!  Dua Orang Tewas Tersengat Listrik saat Perbaiki Tiang Jaringan Telkom
Suasana pembukaan jalan menuju Kaldera Toba, Senin (16/9/2019).

7.Mangenai jaringan listrik ke rumah yang sudah berdiri sampai hari ini (maksimal 28 bangunan) di areal tahap I 279 Ha, sesuai permohonan warga akan disambungkan, PLN koordinasi dengan BPODT, tatapi apabila masyarakat Bius Paropat Desa Sigapiton kalah dalam proses gugatan perdata dan Tata Usaha Negara, di pengadilan, maka listrik akan dicabut.

8.Mengenai makam/situs yang berada di lahan zona otorita Danau Toba tahap I seluas 279 Ha yang sudah ada sampai hari ini, tidak akan diganggu dan akan dilestarikan.

Itulah poin-poin berita acara kesepakatan bersama yang ditandatangani bersama dengan dibubuhi materai secukupnya dan dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan masing-masing mempunya kekuatan hukum yang sama, dan dibuat dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun juga.

Berita acara Kesepakatan tersebut, ditandatangani oleh Direktur BPODT, Arie Prasetyo, perwakilan Bius Paropat Desa Sigapiton, Mangatas Togi Butarbutar, Jabangun Sirait, Manogu Manurung, Japintar Nadapdap Nagauruk Sitinjak (Nanihela), Bupati Toba Samosir, Ir Darwin Siagian dan Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo SIK.

Baca Juga!  Bupati Tobasa Ajak Masyarakat Sigapiton Berdialog demi Membangun Kawasan Danau Toba

Seusai adanya kesepakatan dalam dialog mediasi tersebut, Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo Sik, memberikan keterangan persnya kepada awak media, bahwa terkait dengan klaim kepemilikan lahan, akan menyerahkan kepada masyarakat, bahwa itu ada jalur hukum yang berlaku.

“Prinsipnya kami bisa bantu untuk arahkan kira-kira tujuan atau sasaran dari proses, ataupun koridor hukum yang berlaku dimana terlihat. Kemudian, saya sangat mengapresiasi Bapak Bupati Tobasa, Darwin Siagian yang telah turun langsung di lapangan, membantu kami untuk memediasi dan mencari jalan keluar yang terbaik,” jelas Kapolres.

Direktur BPODT, Arie Prasetyo, juga menyampaikan terimakasihnya kepada masyarakat Sigapiton dan Bius Paropat Desa Sigapiton. Dan sesuai poin kesepakatan, sudah kami pahami, katanya.

 

(Stg)

 

Loading...