Seng Rumah Warga di Sergai Diterbangkan Angin Puting Beliung

0
57
Angin kencang disertai hujan deras, terbangkan atap seng rumah milik Sanimin (41), warga Dusun VI Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Angin kencang disertai hujan deras, terbangkan atap seng rumah milik Sanimin (41), warga Dusun VI Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara.

Dari keterangan salah satu tetangga korban, Umi (42) mengatakan, sebelum kejadian, dirinya sedang mencari Keong dan tak jauh dari rumah ibu Yanti, namun tiba-tiba turun hujan yang disertai angin kencang yang mirip puting beliung dan membelah atap seng rumah ibu Yanti, istri pak Sanimin.

“Pas saya berteduh, melihat angin puting beliung itu mendekati rumah itu, dan atap seng rumah ibu Yanti terbang terbelah dua. Sebagian terbang ke depan dan sebagian kebelakang. Pada saat itu saya panik, dan berteriak minta tolong tetangga, karena hujan deras tak ada yang dengar,”ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan adik ipar dari ibu Yanti, Sukirman (43), warga Desa Mangga Dua.

Saat peristiwa itu, katanya, dirinya sedang berada di depan rumah milik kakak iparnya.

Angin kencang disertai hujan deras, terbangkan atap seng rumah milik Sanimin (41), warga Dusun VI Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara.

Ia merasa terkejut saat angin puting beliung itu menerbangkan atap rumah milik abangnya dengan cepat.

“Saya terkejut angin puting beliung itu menerbangkan seng rumah kakak ipar saya, dan melihat kak Yanti berlari keluar rumah menyelamatkan diri. Untung keponakan saya tidak ada di rumah karena sedang belajar di sekolah,” ujarnya sembari mengelus dada.

Sementara itu, Sanimin merasa terkejut, ketika sampai di rumahnya dan melihat atap seng rumah miliknya porak poranda diterjang angin puting beliung. Dan melihat istrinya menangis sedih dalam keadaan trauma.

“Sebelumnya saya tidak mengetahui kalau atap seng rumah sudah hancur berserakan di samping dan belakang rumah. Karena waktu terjadinya angin puting beliung saya lagi di Sawah,” ungkapnya kepada media.

Sanimin menuturkan, kalau dirinya sedang berada di sawah, sedangkan istrinya dan adik kandungnya Sukirman yang datang dari Desa Mangga Dua sedang berada di rumah sementara anak anaknya berada di sekolah.

Akibat dari peristiwa alam tersebut tidak ada korban jiwa, namun Sanimin dan istrinya Yanti merasa sedih dan bingung melihat kondisi tempat tinggalnya hancur. Dari amatan media, belum ada terlihat pihak Pemerintah Desa Nagur yang meninjau rumah tersebut.

 

(ML.hrp)