Serang 5 Brimob hingga Gugur, Teroris Ini Tetap Dipenjara Seumur Hidup

0
1
Gedung PT Jakarta (Ari Saputra/detikcom)
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta menguatkan vonis penjara seumur hidup Abu Harun alias Arip Uharta. Abu Harun menyerang dan menghabisi nyawa tujuh orang, yang lima di antaranya anggota Brimob di Desa Loki, Maluku, pada 2005.

“Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor 573/Pid.Sus/2021/PN.Jkt.Tim, tertanggal 03 November 2021. Menetapkan lamanya masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan,” demikian bunyi putusan PT Jakarta yang dilansir website-nya, Rabu (12/1/2022).

Duduk sebagai ketua majelis Mulyanto dengan anggota Sanwari dan Iersyah. Pengadilan Tinggi berpendapat bahwa pertimbangan PN Jaktim dalam putusannya yang mengatakan bahwa Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Terorisme adalah sudah tepat dan benar.

“Karena itu, pertimbangan hukum majelis hakim tingkat pertama tersebut diambil alih dan dijadikan sebagai pertimbangan hukum majelis hakim Pengadilan Tinggi dalam mengadili perkara ini di tingkat banding,” ujarnya.

Kasus bermula saat dilakukan penyerangan pos Brimob itu dilakukan Abu Harun dibantu temannya, yaitu Ikhlas, Mukhlis, Andi, Jodi, Asep, Kisman, dan Abdullah Umamiti. Penyerangan dilakukan pada 16 Mei 2005 dini hari. Mereka menyerang menggunakan senjata M16, MK3, senjata SKS, AK, karabin, dan amunisinya.

Berikut ini daftar nama yang meninggal dalam kejahatan biadab itu:

  1. Brigadir Rony Susanto, mengalami luka tembak di kepala.
  2. Briptu Slamet Riyanto, mengalami luka tembak di kepala.
  3. Briptu Hasanuddin, mengalami luka tembak di kepala.
  4. Brigadir Teguh Budi Aprianto, mengalami luka tembak di kepala.
  5. Bharada Azwan Manik (anggota Satbarmobda Polda Kaltim), mengalami luka tembak di kepala.
  6. Bripda Kasman, mengalami luka tembak di punggung.
  7. Simon Petrus Sair Paly (juru masak/warga sipil), mengalami luka tembak di pipi, dada, dan lengan.

Butuh waktu 15 tahun untuk menangkap Abu Harun dan dia mulai dijebloskan ke penjara sejak 30 Oktober 2020. Di persidangan, Abu Harun dituntut penjara seumur hidup.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Arip Uhrata alias La Ati alias Otis alias Nur Sholihin alias Abu Harun alias Mangge alias Black alias Arifin Ahmad alias Papa Tima bin La Kampio dengan pidana penjara seumur hidup dengan perintah terdakwa tetap berada dalam tahanan,” demikian bunyi putusan PN Jaktim yang dilansir di website-nya, Senin (22/11/2021).

 

Sumber : detik.com