Shalat Idul Adha di Masjid Kepulauan Kei Terapkan Protokol Kesehatan

0
96
Shalat Idul Adha di Masjid Al-Huriyah 45 Kota Tual. Foto/Humas Tual
Dijual Rumah

Tual, buktipers.com – Pelaksanaan shalat Idul Adha 1441 Hijriah tahun 2020 Masehi, pada Masjid di dua wilayah Kepulauan Kei, menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dilansir dari Marrinnews.com,  jemaah yang berdatangan ke setiap Masjid, baik di wilayah Maluku Tenggara dan Kota Tual langsung diarahkan panitia menempati setiap titik saf yang telah disiapkan.

Namun sebelum memasuki lokasi masjid, seluruh jemaah lebih dulu diperiksa suhu tubuh menggunakan “thermo gun” oleh petugas masjid dan pihak panitia. Jemaah juga diarahkan untuk cuci tangan di tempat cuci tangan yang sudah disediakan di sejumlah titik.

Petugas terlihat sangat tertib mengarahkan jemaah untuk menempati saf-saf jaga jarak yang telah disiapkan. Begitu juga sebaliknya, setiap jemaah yang hadir mentaati protokol yang diberlakukan.

Seluruh jemaah juga diwajibkan memakai masker dan membawa peralatan shalat serta sanitizer mandiri.

Untuk wilayah Ibukota Kabupaten Maluku Tenggara, Shalat Id dilaksanakan di tiga Masjid. Masing-masing, Masjid At’ Taqwa Watdek yang diimami oleh Haji Salamat Hanubun. Jumlah Jemaah yang mengikuti Shalat kurang lebih 200 orang. Shalat berakhir pukul 07:50 WIT. Shalat Id juga dilaksanakan di Masjid Al-Falah Perumnas Kecamatan Kei Kecil.

Di Masjid Al-Muhajirin di jalan Soekarno Hatta Ohoijang. Shalat Idul Adha dimulai pukul 07.15 WIT. Bertindak selaku Imam dalam Shalat ID di Masjid ini, Ketua MUI Maluku Tenggara Hi. M. Zein Matdoan. Jumlah Jemaah kurang lebih 350 orang. Shalat Idul Adha pada Masjid Al-Muhajirin Ohoijang berakhir pukul 07. 50 WIT.

Shalat Id yang dilaksanakan di Masjid Al-Muhajirin Ohoijang, dihadiri oleh DanLanud Dumatubun Langgur Letkol Pnb. Yulianto Nurchayo, Kasdim 1503 Malra Mayor Arm.  Udin Rasidi, Kadis OPS Lanud Mayor Sigit, dan Asisten I Bidang Pemerintahan Abdul Hamid Ingratubun.

Proses pelaksanaan shalat di wilayah berjuluk Larvul Ngabal ini dijaga ketat oleh 61 personil Kepolisian Resort Maluku Tenggara dibawah pimpinan Kabag Ops AKP Syahirul Awab, personil Kodim 1503 Tual dan 6 tenaga medis dari Puskesmas Debut. Keenam tenaga medis ini ditempatkan pada Masjid Al-Muhajirin.

Usai menjalankan shalat, dilanjutkan dengan penyembelian hewan kurban sapi dan kambing.

Untuk Masjid Al-Ikhlas Islamic Center, Sapi 1 ekor dan Kambing 14 ekor. Masjid Al-Muhajirin Lanal Tual, Sapi 1 ekor dan kambing 13 ekor. Masjid Mistahul Jannah BTN Indah, Sapi 5 ekor dan kambing 17 ekor. Mesjid Al-Amin BTN Koperasi, Sapi 2 ekor dan Kambing 7 ekor.

Hikmah Idul Adha Ditengah Pandemi

Perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah yang dilaksanakan pada Jumat (31/7/2020) terasa begitu sangat  berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, akibat  pandemi virus corona masih melanda.

Umat Islam harus menjalankan Shalat Idul Adha dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Lantas hikmah apa yang bisa dipetik dari perayaan Idul Adha kali ini?

Wali Kota Tual Adam Rahayaan mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan perayaan hari raya umat beragama, khususnya perayaan Idul Adha tahun ini. Namun disisi lain, kata dia, dengan adanya pandemi ini telah mempererat ikatan keluarga.

Sekilas terlintas dibalik keteguhan orang nomor satu Kota Maren ini, kesedihan yang tak dapat ditutupinya.

Dirinya lantas mengaku sedih karena pada Shalat bersama umat Islam Kota Tual pada perayaam Idul Adha 1441 H harus dibaluti cekaman pandemi Covid-19.

“Sangat sedih rasanya karena biasanya Sholat Idul Fitri dan Idul Adha selalu kita laksanakan di lapangan Lodar El Kota Tual. Namun ditengah wabah Covid-19 yang melanda dunia saat ini, kita harus beribadah di Masjid masing-masing dan harus mematuhi protokol kesehatan, seperti pakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak,” ujar Wali Kota Tual usai menjalani Shalat di Masjid Al-Huriyah 45 Tual, Jumat (31/7).

Meski begitu, sang Ustad mengajak semua umat beragama, terutama umat Muslim Kota Tual agar dapat mengambil hikmah dibalik momentum perayaan Idul Adha kali ini. Lebih dari itu, senantiasa harus dapat menahan diri dan memperkuat iman dengan berdoa.

Bagi Adam, umat Islam sudah lama melaksanakan amal pengorbanan. Untuk itu, wabah virus corona ini hadir untuk mengajarkan sekaligus menguji kesabaran umat manusia dalam menghadapi semua tantangan hidup.

“Dalam khotbah tadi banyak ditekankan agar umat Islam harus banyak bersabar dalam menghadapi Covid-19, karena ini bagian dari pengorbanan,” tandas Rahayaan.

(Rel)