Beranda Nasional Si Penggembala dari Pebukitan Samosir akan Bertarung pada One Pride MMA

Si Penggembala dari Pebukitan Samosir akan Bertarung pada One Pride MMA

110
0
Si penggembala dari Samosir Efran Sahat Mangapul Sinurat (Kiri) yang akan bertarung pada ajang One Prude MMA di Jakarta yang ditayangkan saluran TV Swasta, TV One Sabtu (29/6/2019).
Loading...

Buktipers.com – Medan

Ibarat bola yang semakin kuat dipentalkan maka akan semakin tinggi memantul, demikianlah tekad yang terlihat dari seorang penggembala dari, Samosir Efran Sahat Mangapul Sinurat, di Panguruan Samosir, Jumat (28/6/2019).

Tanpa banyak yang mengetahui, Efran mahasiswa di Universitas HKBP Nommensen Medan ini akan bertarung pada ajang One Pride MMA di Jakarta yang ditayangkan, TV One, Sabtu (29/6/2019).

Meski hanya latihan dengan fasilitas yang tidak memadai alias alam bebas, Efran kelabiran 28 Agustus 1997 ini berhasil mengikuti tahapan seleksi yang diselenggarakan panitia di Medan beberapa bulan lalu. Ada ratusan orang dari berbagai kelas yang menjadi saingan Efran agar busa lolos hingga akhirnya berhasil disaring ke Jakarta.

“Untuk masuk ke sini ada lima tahap yang dilalui hingga sparing. Selama seleksi kami yang ikut sekitar 200an orang lebih. Yang tersaeing lulus untuk dipanggil One Pride kurang lebih 21 orang berbeda kelas. Mulai timbangan 48-70 Kg,” ujar mahasiswa Teknik Mesin ini.

Baca Juga!  Otto Hasibuan Pimpin Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi Ajukan Gugatan ke MK

Putra kebanggaan Desa Huta Tinggi, Lumban Simarmata, Kecamatan Pangururan, Samosir ini mengaku sejak SD menggeluti bela diri. Pada tahun 2016 pria yang rajin menggembala  ini menamatkan studinya dari SMA N 2 Parbaba Samosir. Sempat menganggur, di desanya sambil menolong orang tuanya berladang.

Tekad yang masih melekat sejak kecil untuk menekuni olah raga bela diri pun mengantarkannya aktif latihan sejak 2016 pada Perguruan Kungfu Bela Diri Talenta Nusantara yang digawangi gurunya Mangapul Situmorang.

Ia bercerita, kedua orang tuanya melarang sejak dulu. Namun, karena keadaan dan kindisi keluarga yang selalu tertekan membuatnya membulatkan tekad untuk berguru.

Motivasinya yang tertinggi masuk bepldiri dan bercita-cita menang nantinya di dalam ajang ini, karena orang tuanya dipandang sebelah mata di desanya. Latar belakang dengan ekonomi yang serba pas-pasan membuat orang-orang memandang mereka sebelah mata.

Baca Juga!  Kapal Feri KMP Sumut I Rute Simanindo-Tigaras Kembali Beroperasi Mulai Besok

“Istilahnya, kami memang susah-susah. Tapi syukurnya kami semua bisa kuliah, meskipun orang tuaku petani. Apalagi orang tua juga untuk membiayai kuliah saya gali lobang tutup lobang. Berharap, dengan mengikuti kegiatan ini semoga menang dan bisa membantu orang tua membiayai kuliah saya,” tambahnya lagi.

Diceritakannya, selain dari hasil perladangan bersyukur ibunyaDebira Simarmata (55) memiliki talenta tukang kusuk tradisional. Karenanya, berharap dengan One pride orang-orang di sekitar tidak lalu terlalu sepele dengan orang tuanya yang bersusah payah menyekolahkan mereka.

Efran lima bersaudara anak ke empat dari pasangan, Agimin Sinurat (46), dan Debora Simarmata (55).

Meski tak dapat latihan bersama gurunya di Samosir, kadena kuliah Efran berlatih bersama femannya di Medan. Mereka berlatih teknik figt dan jurus.

Baca Juga!  Karangan Bunga Ucapan Duka Terkait Tewasnya 5 Personil Polisi Dalam Kerusuhan Di Mako Brimob Terpampang Di Mapolres Samosir

Selama di Samosir, bahkan hingga saat ini mereka memang terkendala fasilitas latihan. Meski begitu, latihan di alam bebas justru menempah mental dan fisiknya me jadi semakin bagus.

Disebutnya saat ada audisi di Medan MMA One Pride Maret lalu, dirinya tidak menyangka bakalan lolos. Apalagi waktu mendaftar memang tidak terlalu ambisi untuk menang, tetapi setelah di dalam dan lulus seleksi, ia menjadi semakin terpacu apalagi teringat kedua orang tuanya di Samosir yang kerap disepelekan.

“Setelah lolos di sana, mereka latihan. Hingga akhirnya bertanding Sabtu nanti, kelas Fly Weigth timbangan 56,7 Kg. Kalau seandainya kalah pasti tetap berjuang dan intinya hidup ini harus tetap berjuang,” tambahnya lagi.

 

Sumber : tribunnews.com

Loading...