Siapa Hacker Bjorka dan Mengapa Serbu Indonesia?

0
35
Siapa Hacker Bjorka dan Mengapa Menyerbu Indonesia? Foto: Gettyimages
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Hacker Bjorka menjadi bahan perbincangan di Tanah Air karena membobol data penting, dari pengguna IndiHome sampai data registrasi SIM Card. Siapa Bjorka ini sebenarnya dan di mana lokasinya?

Bjorka kini punya akun Twitter di @bjorxanism, setelah yang lama ditangguhkan. Di Twitter, dia menyebutkan lokasinya berada di Warsawa, Polandia. Meski begitu, belum dapat dipastikan apakah ia benar-benar berada di sana atau tidak.

Bjorka mulai beraksi sekitar sebulan terakhir dan semakin dikenal setelah di forum breached.to, Bjorka memposting dan mengklaim punya 1,3 miliar data terkait registrasi SIM card prabayar dari penduduk Indonesia.

Kemudian, dia berulah dengan tindakan doxing terhadap Menkominfo Johnny G Plate. Dia menyebar data pribadi Menkominfo berupa nama, NIK, nomor telepon, KK, nomor vaksin, alamat, dll. “Happy birthday,” ejek Bjorka di grup Telegram, Bjorkanism.

Sebelum melakukan doxing terhadap Menkominfo, Bjorka juga mengklaim telah membocorkan dokumen rahasia Presiden RI. Jadi siapa Bjorka? Menurut pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, Bjorka kemungkinan berada di luar negeri.

“Bjorka logikanya kemungkinan berada di luar negeri. Kalau dia di dalam negeri, akan sangat berisiko bagi dia melakukan aksi ini,” kata Alfons saat dihubungi detikINET, Senin (12/11/2022).

“Tapi yang jelas dia mendapatkan dukungan pihak yang memiliki informasi yang cukup detail mengenai bagaimana pengelolaan data di instansi pemerintah dan apa kelemahannya,” tambah Alfons.

Bjorka juga mengungkap motifnya menyerang Indonesia, yang ternyata bersifat personal. Dia mengaku orang dekatnya pernah menjadi korban kebijakan Orde Baru pasca 1965 dan wafat tahun 2021. Bjorka bilang sosok itu adalah kakek tua yang cerdas yang mengurus dia sejak lahir. Orang ini kata Bjorka sudah kehilangan status WNI akibat kebijakan tahun 1965. Bjorka pun mendedikasikan aksi ini untuk dia.

Mengenai curhatan Bjorka itu, Alfons menyebut jangan mudah percaya. “Menurut saya itu hanya bumbu saja. Jangan mudah percaya semua yang diinformasikan hacker. Dia sudah sangat berpengalaman dan mempersiapkan dirinya dengan sangat baik,” papar Alfons.

Sebelumnya, pendapat senada dikemukakan oleh Founder Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi. “Ini bukan hacker biasa yang curi data, tapi ada kepentingan lain. Ceritanya bisa decoy, bisa juga betul. Tapi soal korban Orde Baru, kita nggak bisa telan mentah-mentah,” kata Ismail Fahmi.

Dalam tweetnya, Ismail Fahmi mempertanyakan kenapa Bjorka di Twitter malah membuka cerita latarnya. Hal itu membuat orang tahu bahwa motifnya tidak murni pembocoran data, tapi ada unsur perlawanan politik terhadap Orde Baru.

Ismail mengatakan jika ini hacker palsu, bisa saja dia adalah orang yang memakai data yang disebar hacker Bjorka, namun hal itu belum bisa diketahui. Posisi Bjorka ini bisa saja dilacak dari posisi transmisi datanya untuk Twitter.

“Ini nggak mungkin hacker biasa,” kata dia. Di sisi lain, Bjorka sendiri seakan menantang pemerintah Indonesia untuk menangkapnya.

“Saya masih menunggu digerebek Pemerintah Indonesia,” kata dia sesumbar di Telegram.

 

Sumber : detik.com