Sidang Lanjutan, Raja Bonaran Situmeang Bantah Terima Uang CPNS

0
148
Raja Bonaran Situmeang (RBS), saat mengikuti sidang, di Pengadilan Negeri (PN) Sibolga. (Foto/Job Purba)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Tapteng (Sumut)

Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan CPNS dan pencucian uang yang menjerat mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Raja Bonaran Situmeang (RBS), terus bergulir, di Pengadilan Negeri (PN) Sibolga.

Dalam sidang yang digelar, Senin (13/5/2019), Majelis Hakim mendengarkan keterangan terdakwa RBS dan dua orang saksi yang diajukan JPU.

Sama seperti pada sidang-sidang sebelumnya, RBS tetap membantah menerima uang untuk meluluskan masyarakat yang melamar CPNS.

RBS kembali menegaskan, bahwa sudah sejak awal, dirinya menyatakan tidak pernah menerima uang sepeserpun terkait penerimaan CPNS.

“Sudah dari awal saya katakan pak hakim, bahwa saya tidak pernah menerima uang sepeserpun terkait penerimaan CPNS. Karena saya tahu, bahwa yang menentukan lulus tidaknya CPNS adalah pusat. Untuk itulah yang mulia, saya tetap pada pendirian saya, bahwa saya tidak pernah menerima uang CPNS dan itu dapat saya buktikan,”katanya.

Dia mengakui, sewaktu menjabat Bupati Tapteng, banyak orang yang minta untuk dibantu supaya diluluskan CPNS. Namun permintaan itu, dia tolak karena penentu kelulusan CPNS dari pemerintah pusat.

“Memang banyak yang minta tolong kepada saya waktu itu agar bisa diluluskan masuk CPNS, semuanya saya tolak. Karena saya tahu, bahwa yang menentukan lulus tidaknya CPNS adalah pemerintah pusat, tidak bisa bupati. Apalagi sistem ujiannya sudah sistem CAT,” jawab RBS yang juga pernah menjadi Pengacara Anggodo ini.

Ketika Majelis Hakim,menanyakan terkait transaksi uang melalui rekening Farida Hutagalung, Bonaran juga membantahnya. Bahkan Bonaran menyatakan tidak kenal dengan Farida Hutagalung.

“Silahkan dicek pak hakim, apakah ada dalam transaksi itu berkaitan dengan penerimaan CPNS, yang ada itu masalah cicilan pembayaran alat berat. Dan para saksi yang sudah dihadirkan dalam persidangan, juga sudah menyatakan, bahwa mereka tidak ada memberikan uang kepada saya, yang ada itu kepada Efendi Marpaung dan istrinya, pak Hakim,” tutur  RBS lagi.

(Job Purba)